Pamekasan, (Media Madura) – Wartawan yang tergabung dalam Alinasi Jurnalis Pamekasan Pamekasan (AJP) bersama Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan, Madura, Jawa Timur deklarasi anti Hoaks dan Radikalisme jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Kamis (4/3/2019) pagi.

Deklarasi tersebut kata plt Ketua AJP Pamekasan, Fathur Rosi, sebagai upaya bersama dalam menangkal berita-berita bohong atau berita yang sumbernya tidak jelas.

“Kemitraan ini sangat penting dilakukan untuk memberi informasi yang akurat. Mari bersama-sama memerangi berita-berita bohong dan radikalisme,” ucapnya dalam sambutannya.

Di depan undangan dan mahasiswa kampus berslogan Kampus Hijau itu, pewarta televisi nasional Indosiar itu meminta mahasiswa tidak langsung percaya begitu saja apalagi menyebarluaskan berita yang tidak jelas sumbernya.

“Mari bersama-sama memfilter informasi yang belum tentu kebenarannya, jangan langsung percaya apalagi langsung menyebarkannya,” tambah Rosi.

Sementara Rektor UIM Pamekasan, Drs Ahmad, S.Ag, M.Pd.I menyambut baik kemitraan dalam menangkal radikalisme, sebab sejak awal di kampus yang bernaung di bawah Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet menolak adanya radikalisme.

“Adanya kerja sama ini searah atau satu tujuan dengan visi-misi di UIM yakni menolak keras adanya radikalisme,” katanya.

Selain itu ia meminta pemberi informasi harus menyajikan berita yang berimbang dan dapat dipertanggung jawabkan, sedangkan bagi penerima informasi agar tidak langsung mengkonsumsi mentah-mentah melainkan harus mengecek kebenarannya.

“Wartawan tugasnya menyajikan informasi yang berimbang, nah kita selaku pembaca agar tidak langsung percaya dan menyebarkan begitu saja dengan berita yang diragukan kebenarannya, makannya perlu adanya tabayyun terlebih dahulu,” tukas Ahmad.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor : Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.