Rombong PKL diangkut petugas DLH ke TPA Angsanah

Pamelasan, (Media Madura) – Pedagang kaki lima (PKL) di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur dilarang berjualan di kawasan Monumen Arek Lancor pada malam pergantian tahun atau malam tahun baru 2019, Senin (31/12/2018) malam.

Larangan berjualan tertuang dalam surat edaran (SE) Nomor:660/885/432.310/2018, yang ditandatangani Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan, Amin Jabir.

Larangan tersebut mengantisipasi terjadinya penumpukan massa di pusat kota dan menindaklanjuti SE Bupati Pamekasan Nomor:003.2/6204/432.305/2018, tanggal 17 Desember 2018, tentang imbauan Hari Natal dan pergantian malam Tahun Baru 2019.

“Kepada semua PKL di sekitar dan areal Arek Lancor, seperti di Jl Slamet Riyadi, Jl Panglima Sudirman dan Jl Masegit, untuk tidak melakukan aktivitas penjualan di areal monumen Arek Lancor, pada malam pergantian Tahun Baru,” tulis dalam SE tersebut.

Jika para PKL tetap memaksa berjualan maka DLH akan melakukan pengamanan dan pengangkutan alat peraga pedagang ke tempat pembuangan akhir (TPA) sampah, di Desa Angsanah, Kecamatan Proppo, Pamekasan.

Selanjutnya, kewajiban pengambilan kembali rombong dan alat peraga dagang lainnya di TPA Angsanah, menjadi tanggung jawab PKL.

Kebijakan ini ditujukan kepada Kepala Koperasi dan Usaha Mikro, Kepala Satpol PP, Kabag Perekonomian dan SDA, Ketua Asosiasi PKL Pamekasan.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.