Kapolres Sampang AKBP Budhi Wardiman dan Kasat Reskrim AKP Hery Kusnanto membeberkan senpi jenis Baretta yang digunakan pelaku dan satu orang DPO kasus penembakan, Kamis (29/11/2018). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Kepolisian Resor Sampang, Madura, Jawa Timur, melakukan pencegahan terhadap Hasan Ambon (55) agar tidak pergi ke luar negeri. Hal tersebut berkaitan dengan kasus jual beli senjata api hasil perkembangan kasus penembakan Subaidi (35) di Sokobanah, yang kini tengah diselidiki oleh polisi.

“Surat pencekalan itu sudah dikirimkan ke imigrasi,” kata Kapolres Sampang AKBP Budhi Wardiman melalui Kasat Reskrim AKP Hery Kusnanto, Kamis (27/12/2018).

Hery mengatakan, tersangka Hasan Ambon warga Desa Tamberuh Dajah Kecamatan Sokobanah itu ditetapkan sebagai DPO. Hasan Ambon menjual belikan senpi kepada tersangka pembunuhan Idris, seharga Rp 5 juta.

Senpi buatan Itali dengan 20 butir peluru tersebut menjadi barang bukti dalam kasus penembakan.

Tak hanya itu, upaya pencekalan ini polisi juga telah melakukan komunikasi dengan kepolisian luar Madura.

“Kita juga minta bantuan ke polres-polres lainnya, karena tersangka ini sudah diluar Madura,” terangnya.

Dalam kasus ini, penyidik Polres Sampang menerapkan Pasal 1 ayat 1 Undang-undang Darurat No. 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Diketahui sebelumnya, Polres Sampang mengamankan tersangka Idris (30) warga Dusun Bates, Desa Tamberu Laok, Kecamatan Sokobanah kasus pembunuhan dengan cara menggunakan senpi yang menyebabkan Subaidi (32) warga Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Sampang tewas.

Korban merupakan anggota PPS desa setempat ditembak di wilayah Dusun Pakis, Desa Sokobanah Laok, Kecamatan Sokobanah, Sampang, Rabu (21/11/2018), sekitar pukul 11.30 WIB kemarin.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.