Pamekasan, (Media Madura) – Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKAPMII) Pamekasan menyerukan agar seluruh kader PMII untuk terus menjaga toleransi.

Ketua IKAPMII Pamekasan Atiqullah mengajak seluruh kadernya agar menjaga toleransi dalam segala sendi kehidupan, sebab toleransi adalah sebuah kekuatan dalam perbedaan.

Selain itu, kata akademisi IAIN Madura ini, toleransi juga akan menjadi kekuatan dalam membangun Pamekasan yang hebat.

“Toleransi itu akan menjadi kekuatan dalam membangun Pamekasan hebat. Hebat itu apabila kita sudah mampu bermanfaat untuk orang lain dan mampu menghebatkan orang lain,” katanya dalam acara kongkow persahabatan yang mengusung tema “Toleransi, kekuatan indah dalam membangun Pamekasan hebat” yang digelar di aula Pendopo Ronggosukowati. Selasa (25/12/2018) malam.

Dalam acara yang dihadiri oleh seluruh alumni PMII Pamekasan ini, PMII juga diajak untuk bersikap terbuka terhadap perbedaan-perbedaan.

Dalam kesempatan ini, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam yang juga kader PMII ini juga mengajak agar seluruh kader PMII di Pamekasan berfikir maju dan toleran terhadap perbedaan-perbedaan.

Apalagi, kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, hari ini sudah memasuki era revolusi industri 4.0, di mana menuntut manusia untuk menyatu dengan teknologi, sehingga menuntut agar berfikir terbuka, cepat dan kongkrit.

“Di era revolusi infustri menuntut kita untuk berfikir lebih cepat, lebih kongkrit lagi agar lebih menghebatkan. Kalau cara berfikir kita masih konfensional maka pasti kita ditinggal,” tegasnya.

Dalam acara ini juga digelar diskusi dengan sejumlah pembicara yang merupakan alumni PMII, yakni Kepala Baperwil Madura Alwi Beiq, Rektor IAIN Madura Mohammad Kosim, Pengurus PB IKAPMII Pusat, Zaini Rahman, ketua NU Pamekasan KH Taufik Hasyim dan sejumlah pembicara lainnya.(*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.