Pelaku pembuang bayi diinterogasi penyidik Polres Sampang, Senin (24/12/2018). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Polisi mengamankan pelaku pembuang bayi di bawah jembatan Dusun Kramat, Desa Pecanggaan, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Pelaku ternyata adalah orang tuanya sendiri. Motif pelaku membuang bayi tak berdosa itu karena untuk menutupi rasa malu lantaran diduga dari hasil hubungan gelap.

Kapolres Sampang AKBP Budhi Wardiman, melalui Kasat Reskrim AKP Hery Kusnanto, mengatakan setelah dilakukan olah TKP dan penyelidikan beberapa hari dari kejadian, polisi mengamankan kedua orang tua dari bayi laki-laki tersebut.

Yaitu pria inisial MW (60) warga Dusun Kobbu, Desa Ragung dan perempuan inisial MRH (33) warga Dusun Kangkongan, Desa Apaan, Kecamatan Pengarengan.

“Dua pelaku kita amankan hanya si perempuan masih dalam perawatan medis karena mengalami pendarahan, pembuangan bayi itu terjadi pada Sabtu 24 November kemarin,” kata Hery, Senin (24/12/2018).

Hery menerangkan, polisi mengamankan pelaku MRH di Sumenep karena melarikan diri usai membuang bayi. Setelah dimintai keterangan pelaku mengakui jika yang membuang bayi adalah dirinya.

Hasil pengembangan, pihaknya kemudian mengamankan MW. Pasalnya, pembuangan bayi itu atas saran sang pria.

“Bayi dilahirkan di rumah perempuan sendiri tanpa melibatkan orang lain karena hasil hubungan gelap,” tuturnya.

Saat ini, dua pelaku dijerat pasal 77 hruf b UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak atau pasal 305 KUHP subs pasal 308 KUHP.

“Keduanya terancam pidana selama 20 tahun penjara,” tegasnya.

Sebelumnya, bayi laki-laki lengkap dengan ari-arinya ditemukan dua orang siswi yang tengah pulang sekolah saat melintas di sebuah jembatan di Dusun Kramat, Desa Pecanggaan, pada Sabtu 24 November 2018 pukul 11.00 WIB.

Kedua siswi itu mendengar suara tangisan bayi di bawah jembatan. Karena merasa kaget dan takut, siswi tersebut melarikan diri serta berteriak minta tolong dan memberitahukan kepada warga setempat jika ada suara tangisan bayi.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Ist

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.