Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Pamekasan, Ach Faisol

Pamekasan, (Media Madura) – Pemerintah Kabupaten Pamekasan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) mencipatakan terobosan program berupa pasar desa berbasis online.

Program dengan nama e-pasar desa tersebut bertujuan untuk memberikan solusi atas masalah pemasaran dan peningkatan penjualan produk unggulan desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pamekasan, Ach. Faisol menuturkan, semakin banyaknya Badan usaha miliki desa (BUMDes) di Kabupaten Pamekasan, berdampak pada meningkatnya produk unggulan desa (prudes) serta produk unggulan kawasan perdesaan (prukades), sehingga hal itu mendapat perhatian khusus dari dinas yang dipimpinnya itu.

“BUMDes banyak yang telah melahirkan produk unggulan desa, namun memiliki masalah di pemasaran dan penjualan. Demi keberlanjutan produk-produk tersebut, dinas PMD memeras otak untuk memberikan solusi atas masalah pemasaran dan peningkatan penjualan produk unggulan, maka lahirlah pasar desa berbasis online (E-pasar desa) yang sebentar lagi akan kami launching,” katanya dalam rilisnya. Jumat (21/12/2018) pagi.

Faisol juga menjelaskan, untuk mengakses E-pasar desa cukup mudah, tinggal diunduh di Playstore smartphone, maka masyarakat desa bisa membuat toko di aplikasi e-pasar desa untuk melakukan promosi dan transaksi jual-beli.

“Dengan adanya aplikasi ini di harapkan mempermudah para pelaku ekonomi desa untuk mengembangkan usahanya,” katanya.

Dikatakan, kedepan aplikasi ini juga akan dijadikan rujukan data pemberdayaan desa, semisal pelatihan pengemasan produk, pelatihan strategi pengembangan usaha via online dan lainnya.

“Maka dinas PMD akan mengambil para pelaku ekonomi yang aktif menjadi user e-pasar desa,” urainya.

Lebih lanjut Faisol menjelaskan, aplikasi ini akan segera launching dalam waktu dekat dan pelaku ekonomi desa bisa memanfaatkan fasioitas ini dalam menjalankan bisnisnya.

“Mohon doanya dari semua pihak agar program ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.