Pamekasan, (Media Madura) – Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Sri Indrawati, mengakui dua siswinya bolos dengan membobol atap bagian belakang sekolah untuk kabur. Setelah berhasil membobol atap, keduanya kemudian melompati pagar setinggi 4 meter.

Sri Indrawati, mengetahui aksi kedua siswi tersebut setelah rekaman video yang direkam oleh warga yang kebetulan berada di belakang sekolah itu sampai juga ke ponselnya.

“Kejadian itu sudah berlangsung seminggu yang lalu, kejadian itu luput dari pengawasan sekolah. Saat itu, siswa sedang mengadakan kegiatan class meeting,” katanya, Rabu (19/12/2018).

Pada saat itu, tambah Sri, fokus guru terpecah karena sedang ada kegiatan audit ISO Internasional dan audit kualitas software sekolah.

“Aksi itu masih merupakan kenakalan remaja, di mana usia remaja ingin mencoba dan mencoba. Untuk itu, kami harus lebih hati-hati lagi dalam mengawasi siswa-siswi kami,” tambahnya.

Sri juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang turut serta mengawasi sekolah yang berada di Jalan Kabupaten itu. Menurutnya, peran serta masyarakat sangat membantu sekolah agar bisa semakin baik dalam menangani semua persoalan.

“Saya bangga karena peran serta masyarakat dan media begitu besar kepada kemajuan sekolah kami,” tutupnya.

Sebelumnya, video dua siswi bolos sekolah dengan membobol atap berdurasi 00.27 itu menyebar di berbagai media sosial seperti Facebook, Youtube, dan grup WhatsApp.

Dua gadis itu masih mengenakan seragam lengkap, siswi yang pertama keluar mengenakan rok abu-abu, baju putih, jilbab putih, mengenakan sepatu warna hitam putih kombinasi biru, pakai masker dan jaket switer berwarna merah.

Sedangkan siswi kedua, ia tampak lebih kecil mengenakan baju putih, kerudung hitam dan jaket switer warna merah sedangkan pakaian bawahannya tidak sampai terekam kamera yang direkam oleh orang tidak dikenal.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.