Ketua DPRD Kabupaten Pamekasan, Halili (berdasi) menunjukkam rolling door kios yang rusak saat sidak di pasar 17 Agustus, Rabu (19/12/2018).

Pamekasan, (Media Madura) – Puluhan kios di pasar 17 Agustus, Kelurahan Bugih, Pamekasan, Madura, Jawa Timur rusak sebelum ditempati. Padahal, bangunan tersebut sudah selesai dibangun sekitar empat tahun lalu.

Rusaknya bangunan 80 kios dan 60 lapak yang dibangun sejak tahun 20014 itu, kata Ketua Asosiasi Pedagang Pasar 17 Agustus, Alex Burhaduddin, karena memang hingga kini belum difungsikan. Padahal, menurutnya, pedagang sangat membutuhkan kios-kios tersebut.

“Kenapa ini kok tidak difungsikan, padahal sudah selesai sejak 2015 lalu,” katanya, saat mendapipingi Ketua DPRD Pamekasan, Halili, dalam inspeksi mendadak (sidak) ke pasar 27 Agustus, Rabu (19/12/2018).

Beberapa kios yang rusak itu, tambah Alex, seperti genting bocor, rolling door amburadul, dan kumuh.

“Ini sudah banyak yang rusak, kan mubadzir ini,” tambahnya.

Sementara, Kepala Pasar 17 Agustus, Pamekasan, Supriadi menyatakan, pada 2015 lalu kios-kios tersebut sebenarnya sudah mau dioperasikan. Namun gagal terealisai karena terjadi keributan antar pedagang. Beberapa pedagang ada yang punya kios lebih dari 10 kios. Padahal, idealnya 1 kios satu pedagang.

“Sampai saat ini, belum ada perintah dari Disperindag untuk difungsikan oleh pedagang,” katanya.

Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Halili, meminta 80 kios dan 60 lapak pedagang tersebut agar segera difungsikan. Caranya, Disperindag mengumpulkan semua pedagang dan mencari solusi terbaik.

“Kami minta agar Disperindag segera memfungsikan kios ini, kalau dibiarkan seperti ini mubadzir,” tegas Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pamekasan, tersebut.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.