Petani di kawasan Kecamatan Torjun Kabupaten Sampang mulai tanam padi, Selasa (18/12/2018). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, menyatakan stok pupuk bersubsidi memasuki musim tanam padi dipastikan aman. Ketersediaan pupuk urea hingga saat ini mencapai 11.500 ribu ton. Selasa (18/12/2018).

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Dispertan Sampang Suyono, mengungkapkan dari 11.500 ribu ton pupuk urea, terdiri 2.192 ton pupuk SP36, pupuk jenis NPK masih 501 ton dan stok pupuk organik 649 ton.

Alokasi pupuk yang tersedia saat ini, berdasarkan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) untuk diusulkan kepada pemerintah pusat guna mendapatkan kouta pupuk sesuai kebutuahan petani.

Untuk itu, dirinya meminta agar para petani tidak perlu khawatir akan kekurangan stok pupuk pada musim tanam tahun ini. Karena stok pupuk ditingkat distributor masih sangat aman.

“Stok semua jenis pupuk sangat banyak dan aman, sudah tersalurkan kepada kelompok tani di sejumlah wilayah,” ungkapnya.

Suyono menerangkan, di Sampang ada empat distributor dan 87 kios resmi yang membantun penyaluran pupuk kepada petani. Selain itu, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan sejumlah distributor pupuk di sejumlah kecamatan untuk mengetahui perkembangan ketersediaan pupuk. Dengan demikian, Dinas Pertanian bisa segera melakukan antisipasi apabila ditemukan indikasi kekurangan pupuk.

“Kami akan melakukan pemantauan secara intensif untuk mengendalikan ketersediaan pupuk tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Sampang Alan Kaisan, meminta pemerintah tetap memperhatikan para petani terutama dalam memenuhi segala kebutuhan bertani. Misalnya, kesediaan stok pupuk bersubsidi. Karena, menurut dia, peran para petani itulah bisa menstabilkan dalam hal agribisnis maupun ketahanan pangan.

“Karena tanpa para petani siapa yang akan mencukupi kebutuhan ragam bahan pangan kita dan hasil panennya dapat dijual, sehingga dapat mengurangi impor yang berlebih, jadi sangatlah penting peran petani itu,” ujar politikus partai Gerindra.

Selain itu, pria yang kini mencalonkan diri di Pileg 2019 menambahkan, di musim tanam padi ini para petani untuk menggunakan teknologi bertani. Serta, faktor kualitas hasil pangan juga harus diperhatikan.

“Nanti hasilnya berdampak terhadap produksi tanam padi, karena penggunaan teknologi dan sehatnya pangan kita sudah menjadi tuntutan zaman, semoga ini bisa diterapkan oleh petani kita khususnya di Sampang,” pungkasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.