*Oleh : Achmad Muhlis

Bahasa Arab merupakan bahasa yang dapat mengilhami manusia pada puncak kesenangan abadi diakhirat nanti. Bahasa Arab juga menjadi pilihan utama sang Khaliq sebagai bahasa yang paling sering digunakan dan paling dekat dengan umat Islam di seruluh dunia melalui Shalat, doa maupun Al-qur’an dan Hadits.

Tidak satupun bahasa di dunia, termasuk bahasa yang paling banyak penggunaanya sekalipun, mampu menggantikan posisi dan fungsi bahasa Arab sebagai bahasa ilham yang menjadi kunci utama memahami ajaran Islam. Ini membuktikan bahasa Arab tidak bisa ditandingi dan disejajarkan dengan bahasa lain di dunia dalam segala aspeknya, baik gramatikalnya yang unik dan menarik maupun nilai-nilai kesusastraannya yang begitu bersenandung, kaya akan metafor yang dapat memukau para orientalis sekalipun.

Di samping itu, keunikan dan kekuatan bahasa Arab, terlihat dengan jelas dari kekayaan fonetik dari beberapa huruf yang sama. Keistimewaan ini hanyalah di miliki bahasa Arab, dan tidak dimiliki oleh bahasa lain di dunia. Di samping itu pula, kekayaan kosakata dan sinonim dalam bahasa Arab, juga menjadi pembeda dengan bahasa lain di dunia, misalnya kita akan mendapati minimal 21 sinonim untuk cahaya, 52 kata sinonim untuk kegelapan, 9 sinonim untuk matahari, 50 sinonim untuk awan, 64 sinonim untuk hujan, 170 sinonim untuk air, 100 sinonim untuk jenggot, dan ribuan bahkan jutaan sinonim kata lainnya.

Keunikan dan keindahan bahasa Arab inilah yang menyebabkan para umat muslim di dunia semakin lengket dan ingin selalu mengetahui, mempelajari serta mendalami seluk-beluk bahasa Arab secara detail dan komprehensif. Para pencinta bahasa Arab mengakui dan menyakini bahwa bahasa Arab memiliki keistimewaan yang dahsyat dan luar biasa. Antara lain: bahasa Arab memiliki kosakata (mufradat) yang indah dan bersenandung, kaya metafor (tasybihât) yang membuat orang terkesima dan memukau, redaksi (lafad) kaya akan sinonim (mutarodif) dan signifikan, struktur gramatikal (qawaid nahwiyah) yang unik, ringkas dan sederhana membuat orang tertarik dan penasaran untuk mempelajarinya, dan kaya akan komposisi baik dari sintaksis (tarkîb wal jumal), morfologi (qawaid al-sharafiyah), derivasi (isytiqaqiyah) atau semantik- leksikologi-nya (ilmu dilalah) dan lain sebagainya.

Dengan demikian, bahasa Arab itu begitu menarik untuk diajarkan, terasa indah jika dipahami, keliatan unik saat dipelajari, sangat sederhana bagi pengagumnya dan nampak istimewa bagi para pecintanya. Bahasa Arab merupakan entitas terdekat dan sekaligus terjauh. Begitu dekat, karena ia senantiasa hadir dalam keseharian kita melalui bahasa shalat, doa dan lain-lain. Begitu jauh, karena ia kadang menampakkan wajah kesulitannya untuk dipelajari. Namun demikian, ia adalah satu-satunya bahasa yang mengilhami pencarian kita atas ilmu tertinggi (melalui Al-qur’an Al-Sunnah).

Term ini hanya sekedar memberikan penegasan bahwa belajar dan mengajarkan bahasa Arab bagi orang Islam sangat penting serta sangat berarti dalam menggapai kehidupannya di akhirat kelak, bahkan syeikhul islam Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ ulumuddin menyebutkan bahwa “Belajar bahasa arab hukumnya wajib bagi orang islam”. Kewajiban itu timbul karena bahasa arab merupakan bagian dari Islam. Di samping itu, sumber primer dan sekunder mereka adalah Al-qur’an dan Al-Hadist yang ditulis dengan menggunakan bahasa Arab.

Betapa merugi dan menyesalnya, jika seseorang enggan atau tidak mau belajar bahasa Arab, padahal ia mengetahui bahwa bahasa Arab merupakan password atau kunci kunci utama dalam memahami segala ilmu, serta pengikat hati dalam memahami dan mendalami syari’at Islam. Artinya, tidak mungkin seseorang itu akan bisa memasuki gudang ilmu, jika ia tidak memiliki kunci atau passwordnya. Wallahu a’lam bi al-shawab.

SELAMAT HARI BAHASA ARAB SE-DUNIA

“JAYALAH BAHASA AL-QUR’AN-KU”

18 DESEMBER 2018

Penulis adalah Dosen Bahasa Arab IAIN Madura dan peserta Program Doktor Universitas Muhammadiyah Malang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.