Kapolres Sampang AKBP Budhi Wardiman menunjukkan foto DPO kasus senpi beberapa waktu lalu. (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Penanganan kasus senjata api (senpi) dalam insiden penembakan yang menewaskan Subaidi di Desa Tamberu Timur, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, hingga kini masih buram.

Polisi belum bisa mengendus keberadaan DPO bernama Hasan Ambon. Tak hanyal, jika masyarakat mulai meragukan pencarian tersebut.

Moh Romli (45) warga Kecamatan Sokobanah, mengatakan buronan kasus senpi sampai sekarang belum tertangkap. Menurut dia, itu menyebabkan keresahan terhadap masyarakat. Karena, masyarakat berpikir buronan yang saat ini ditetapkan sebagai tersangka dan masih DPO tersebut sebagai penjual. Diduga, banyak sekali senpi yang beredar di wilayahnya.

Maka dari itu, pihaknya berharap agar polisi segera menangkap DPO dan mengungkap jaringan senpi ilegal yang beredar di wilayah madura hususnya di kabupaten Sampang.

“Kami mewakili masyarakat pantura, meminta supaya polisi segera menangkap DPO kasus senpi,” katanya, Senin (17/12/2018).

Meski begitu, pihaknya mengaku sangat meragukan terhadap kinerja polisi. Sudah hampir satu bulan lamanya penanganan DPO tak ada perkembangan signifikan.

“Terus terang, masyarakat sudah mulai berasumsi jika aparat masuk angin dalam kasus ini,” terangnya

Begitu pun, Salim Segav selaku juru bicara dari Ikatan Alumni Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-bata (IKABA) menambahkan, pihaknya juga mulai meragukan terhadap keseriusan polres sampang mengungkap kasus senpi tersebut. Sebab, polres terkesan lamban.
Berbeda dengan kasus ujaran kebencian yang juga pernah melibatkan DPO kasus senpi tersebut.

Saat itu, polisi langsung menangkap Hasan Ambon. Akan tetapi, dalam kasus ini aparat kepolisian tidak secepat saat menangani kasus itu. Bahkan, polisi mengaku tidak bisa mendeteksi keberadaan DPO nya.

“Kami mulai meragukan, dan publik juga mulai demikian, ini tentu berbahaya terhadap keberadaan institusi hukum di sampang,” ungkapnya.

Mestinya, polres lebih agresif dalam menangani kasus ini. Karena, kasus ini sudah menjadi perhatian nasional.

“Semoga kecurigaan publik bahwa polisi main mata dan masuk angin serta melindungi DPo tidak terbukti,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya menegaskan bahwa IKABA akan terus mengawak kasua tersebut. Dengan begitu, pihaknya meminta supaya polisi bekerja profesional dalam kasus tersebut.

“Kasus Subaidi ini menjadi duka seluruh IKABA se-Indonesia,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman mengakui jika sampai saat ini pihaknya belum mengendus keberadaan dari Hasan Ambon. Bahkan, pihaknya sudah menerjunkan tim khusus untuk melacak keberadaan Hasan Ambon.

“Sedang kami kejar, belum terdeteksi lokasinya dimana,” terangnya.

Meski begitu, pihaknya berjanji akan menuntaskan kasua tersebut. Maka dari itu, pihaknya meminta supyaa masyarakat tak berasumsi yang macam-macam.

“Biarkan kami bekerja maksimal dulu, pasti kami tangkap,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.