Manajemen Hotel Front One saat menunjukkan kelengkapan berkasnya.

Pamekasan, (Media Madura) – Manajemen hotel Front One Pamekasan, Madura, Jawa Timur menyatakan tidak ingin ada tindakan premanisme terhadap pengusaha di Bumi Gerbang Salam.

General Manager Hotel Front One, Elfrindra menjelaskan, kemarin ada sekelompok orang datang dan mendesak hotel berbintang itu ditutup, dengan tudingan tidak mengantongi izin. Sementara ia mengakui berkas itu lengkap dan berahir hingga tahun 2020 mendatang.

“Petugas menutup itu karena adanya desakan dari masyarakat, sementara yang mendesak tidak menghiraukan apa yang kami jelaskan. Lebih baik kami yang mengalah ketimbang terjadi kerusuhan, kami tidak mau ada premanisme pada pengusaha disini,” katanya saat press rilis, Kamis (13/12/2018).

Kekhawatiran Elfrinda, jika di Pamekasan iklim investasinya dicap tidak kondusif, maka investor bakal ketakutan berinvestasi.

“Tujuan kami disini sama, yaitu memajukan Pamekasan. Kami patut bangga karena sudah ada hotel berbintang disini,” tambahnya.

Elfrindra menyangkal tudingan sekelompok orang itu, yang diantaranya menyebut Front One tidak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB), izin prinsip yang kadaluarsa, tidak adanya lahan parkir, tidak adanya ruang terbuka hijau.

“IMB, izin prinsip kami ada, lahan parkir sementara dipindah karena di lahan yang lama ada pembangunan, sementara RTH kami labih dari 30 persen, ayo lihat di belakang hotel,” tutur Elfrinda.

Oleh karena itu, ia tidak ingin terjadi kembali peristiwa upaya main hakim sendiri baik pada perusahaannya dan perusahaan lain. Karena perusahaan yang ia kembangkan merupakan perusahaan yang sah dan mendapat dukungan dari semua stake holder yang ada.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor: Ahmadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.