Penampilan atlet pencak silat di pembukaan Pekan Olahraga Kabupaten Sampang ke-VI, Senin (26/11/2018) kemarin. (Ryan Hariyanto/MM).
 Pekan Olahraga Diprotes Kemenag Sampang

Sampang, (Media Madura) – Pagelaran kompetisi olahraga yang dilaksanakan Dinas Pemua, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, menuai protes dari para guru Madrasah, Kamis (13/12/2018).

Alasan itu bukan tanpa sebab, karena pada kompetisi se-Kabupaten tersebut siswa madrasah tidak diikutsertakan oleh Disporabudpar. Alasannya, Pekan Olahraga itu khusus bagi sekolah negeri.

Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah (Pendma) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sampang Mawardi, mengaku jika sudah melakukan pendaftaran agar siswa Madrasah bisa ikut andil, namun hal itu ditolak Disporabudpar.

“Sekolah Madrasah kan mempunyai hak yang sama dalam kompetisi itu baik di bidang olahraga atau lainnya, kenapa siswa madrasah tidak boleh ikut, ini kan keliru, ini diskriminasi namanya,” tuding Mawardi.

Menurutnya, hanya di Kabupaten Sampang siswa madrasah tidak diperbolehkan di Pekan Olahraga. Entah aturan mana yang dipegang Disporabudpar. Sementara untuk daerah lainnya masih diperbolehkan.

Atas ketidakadilan itu, pihaknya akan segera mengirim surat protes keberatan kepada Disporabudpar, Bupati, DPRD, serta ke Dewan Pendidikan Nasional.

“Kita akan mengirimkan surat protes, isi surat intinya setidaknya agar tidak ada pembedaan jenjang jenis sekolah untuk mengikuti kegiatan itu,” tuturnya.

Mawardi menambahkan, bukan hanya saat ini siswa madrasah tidak diikutsertakan dalam kompetisi tersebut melainkan juga terjadi pada tahun lalu.

Menanggapi itu, Kabid Olahraga Disporabudpar Kabupten Sampang Ahmad Rofik menuturkan, bahwa pekan olahraga tersebut hanya untuk sekolah negeri, karena khusus Madrasah juga menyelenggarakan.

“Memang Madrasah naungan Depag bisa menyelenggarakan sendiri,” jelasnya.

Selain itu, dia mengungkapkan ketidakikutsertaaan dalam pekan olahraga Kabupaten tersebut karena anggaran terlalu minim.

“Karena Porkab ini untuk sekolah negeri, sedangkan madrasah sudah ada Kemenag, memang kami hanya mengikutkan dari negeri saja, juga kita masalah anggaran terutama kalau diikutkan bersama bisa kurang nanti,” tandasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.