Sampang, (Media Madura) – Satu orang yang diduga pelaku pembunuhan terhadap Sarijan (60) warga Dusun Tejateh, Desa Morbatoh, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, akhirnya dibekuk polisi.

Pelaku diketahui bernama Hori (28) warga Desa Morbatoh. Ia ditangkap di rumahnya pada Minggu (9/12/2018) malam kemarin.

Kapolres Sampang AKBP Budhi Wardiman, melalui Kasat Reskrim AKP Hery Kusnanto, dalam keterangan singkatnya mengatakan satu dari dua pelaku pembunuhan bermotif santet telah ditangkap, dia adalah Hori. Sementara, pelaku inisial S masih diburu.

“Pelaku S ini kita tetapkan DPO, kalau Hori dan S berperan sebagai eksekutor pembunuhan ini,” kata Hery, Rabu (12/12/2018).

Hery menyampaikan, hasil pemeriksaan sementara pembunuhan dimotifi isu santet. Dua pelaku nekat menganiaya korban hingga meninggal dunia lantaran kematian gurunya yang tak wajar.

“Jadi pelaku menganiaya ini karena korban diduga menyantet gurunya,” terangnya.

Saat ini, polisi terus memint keterangan pelaku untuk mengembangkan kasus pembunuhan yang menewaskan pensiunan pesuruh sekolah dasar (SD) itu. Pelaku dikenakan pasal 170 KUHP subs 338 KUHP.

Kejadian pembunuhan terjadi pada Sabtu (8/12) malam pukul 19.30 WIB. Korban ditemukan tergeletak bersimbah darah di sebuah jalan Dusun Tejateh Desa Morbatoh.

Muhlis (37), anak korban, menemukan ayahnya sudah tak bernyawa. Ia mendapat informasi setelah di telepone oleh tetangganya.

“Korban mengalami luka lebam akibat benda tumpul atau benda tajam pada muka, luka robek pada dahi, robek pada pelipis kanan dan kiri, robek pada bawah dagu, robek pada leher kanan dan kiri,” imbuhnya.

Polisi mengamankan beberapa bukti dari tangan pelaku. Diantaranya, satu buah pisau lengkap dengan sarung pengaman yang masih dalam keadaan tertutup dengan bercak darah, satu buah songkok warna hitam.

Kemudian, pakaian milik korban sebuah kaos warna putih, kemeja taqwa warna putih, dan sandal.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.