Sumenep, (Media Madura)  – Kasus penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam menggegerkan warga Dusun Berombak RT. 03 RW. 06, Desa Batuputih Laok, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep.

Peristiwa yang melibatkan terlapor Sakrani (44) dan Moh Trisno sebagai korban itu terjadi di musala depan rumah Ibu Rodiah yang tidak lain ibu korban. 

“Kejadiannya sekitar pukul 02.15 dini hari tadi, dan dilaporkan ke Polsek Batuputih oleh Tayyib (43) yang merupakan ipar korban,” terang Kabag Humas Popres Sumenep, AKP Moh Heri, Rabu (12/12/2018).

Heri menerangkan, peristiwa berawal saat korban sedang tidur di musala depan rumah orang tua kandungnya. Sekira jam 02.15 WIB, pelapor yang sedang tidur di rumahnya terbangun mendengar suara orang minta tolong.

Ternyata suara tersebut berasal dari arah selatan rumahnya, tepatnya di musala milik ibu Rodiah, orang tua korban sekaligus mertua pelapor.

“Di dalam musala tersebut terlihat Trisno sedang bergumul dengan Sakrani. Terlihat Trisno berusaha mencoba merebut golok dari tangan Sakrani yang ternyata Trisno sudah dalam keadaan terluka,” terang Heri. 

Kemudian pelapor datang mendekat dan langsung membantu merebut golok tersebut dari tangan Sakrani. Setelah golok tersebut berhasil diamankan oleh pelapor, pelapor langsung membawa korban ke Puskesmas guna mendapat perawatan.

“Tidak lama kemudian, datang petugas dari Polsek Batuputih dan Sakrani beserta barang bukti diamankan guna proses lebih lanjut,” tandasnya. 

Kata Heri, belum diketahui motif dari pertikaian tersebut, namun polisi sudah mengamankan selembar sarung milik korban, satu bantal bercak darah dan sajam berupa berupa golok dengan sarungnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.