Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan, Moh Subhan. Foto : facebook Subhan Muhammad (Subhan)

Pamekasan, (Media Madura) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur menemukan sebanyak 54 tuna grahita atau warga keterbelakangan mental pada saat pendataan.

Dari jumlah tersebut nantinya akan dimasukkan dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019.

Pendataan itu dilakukan sesuai rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pamekasan, serta amanat Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 11 tahun 2018 tentang pemilih di dalam negeri, yang menyatakan disabilitas mental bisa mencoblos. “Sudah kami lakukan pendataan, ditemukan ada 54 orang,” kata komisioner KPU Pamekasan Moh Subhan, Kamis (6/12/2018) siang.

54 orang itu tersebar di 9 Kecamatan, terbanyak di Kecamatan Pademawu sebanyak 20 orang, Kadur 8 orang, Pegantenan 8 orang, Pakong 6 orang, Kecamatan Kota 4 orang, Palengaan 3 orang, Galis dan Larangan masing-masing 2 orang dan Kecamatan Batumarmar 1 orang.

“Mereka sudah kami data untuk di masukkan sebagai DPT tapi dengan beberapa persyaratan,” tambah Subhan.

54 orang ‘gila’ itu bisa masuk sebagai DPT jika ada keterangan dokter atau lambaga yang mumpuni untuk memberikan rekomendasi bahwa yang bersangkutan mampu melakukan pemungutan suara pada pemilu 17 April 2019 mendatang.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.