Sumenep, (Media Madura) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur kembali melakukan penahanan terhadap dua orang tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi.

Kali ini, giliran rekanan proyek pemeliharaan berkala Jalan Sonok Karang Tengah, Kecamatan/ Pulau Sapudi yang dijebloskan ke Rutan Klas IIB Sumenep.

Keduanya adalah inisial FAH dan HA, warga Kabupaten Sumenep. Keduanya merupakan rekanan pekerjaan jalan dengan nilai kontrak Rp 925.420.000. 

“Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan dua alat bukti yang cukup. Hari ini mereka diperiksa sekitar 3,5 jam,” kata Kasi Intel Kajari Sumenep, Rahadian Wisnu Wardana, Kamis (6/12/2018).

Kata Wisnu, awalnya mereka diperiksa sebagai saksi, kemudian penyidik melakukan gelar perkara dan menemukan dua alat bukti, sehingga penyidik menaikan status keduanya menjadi tersangka. 

Dalam pekerjaan yang dibiayai melalui APBD tahun 2018 itu, tersangka telah menerima uang muka pekerjaan sebesar Rp 277.626.000. Namun, uang muka yang diterima tidak dipergunakan untuk pembelian barang, sehingga di tengah perjalanan diputus kontrak.

“Uang muka itu dipergunakan untuk keperluan pribadi, dan telah mengakibatkan kerugian keuangan daerah sebesar Rp 247.400.000,” bebernya.

Atas perbuatannya, mereka melanggar pasal 2 Jo. pasal 18 UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP ;  Subsidiair Pasal 3 Jo. pasal 18 UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.