f-hasil putusan sidang MK sengketa Pilkada Sampang 2018 selesai diucapkan pada Rabu (5/12/2018) pukul 10.53 WIB. (website MK).

Sampang, (Media Madura) – Sidang pengucapan putusan sengketa Pilkada Sampang 2018 telah berakhir. Putusan itu digelar di gedung Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta pada Rabu (5/12/2018) pukul 09.30 WIB.

Dalam amar putusannya, MK menyatakan pertama menolak secara keseluruhan permohonan pemohon, kedua menyatakan pembatalan hasil rekapitulasi penghitungan suara keputusan KPU Sampang tertanggal 5 Juli 2018, ketiga menyatakan sah hasil pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Sampang yang digelar 27 Oktober 2018 berdasarkan DPTHB, keempat menetapkan hasil perolehan suara yang benar dari masing-masing pasangan calon Pilkada Sampang.

“Kelima memerintahkan kepada pihak termohon untuk melaksanakan putusan ini,” ujar hakim ketua Anwar Usman dalam amar putusan yang dikutip mediamadura.com dari laman MK, Rabu (5/9/2018).

Sidang pleno dengan nomor perkara 38/PHP.BUP-XVI/2018 itu MK mengesahkan hasil pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Sampang yang digelar 27 Oktober kemarin atas amar putusan sebelumnya.

Hasil rekapitulasi suara Pilkada ulang, paslon Slamet Junaidi-Abdullah Hidayat (Jihad) memperoleh 307.126 suara atau 53 persen, paslon Hermanto Subaidi-Suparto (Mantap) memperoleh 245.768 suara atau 43 persen, dan Hisan-Abdullah Mansyur (Hisbullah) memperoleh 24.746 suara atau 4 persen.

Ketua KPU Sampang Syamsul Muarif saat dikonfirmasi mengatakan, saat ini KPU sebagai termohon mempunyai waktu selama tiga hari untuk menindaklanjuti dari amar putusan MK.

“Nanti kita akan putuskan dan menetapkan paslon terpilih dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Sampang tahun 2018,” jelas Syamsul dibalik telepone.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.