Para PKL tetap berjualan meski kemarin ada penindakan dari petugaa Satpol PP Pamekasan

Pamekasan, (Media Madura) – Para pedagang kaki lima (PKL) di areal Munomen Arek Lancor, Pamekasan, Madura, Jawa Timur masih beroperasi seperti hari-hari biasanya, meski Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat melarang, bahkan akan menertibkannya karena melanggar regulasi.

Namun di lapangan, penertiban itu hanya sebatas gertak sambal atau sekedar menakut-nakuti para pencari nafkah itu agar ia tidak beroperasi di jantung kota.

Buktinya, pantauan mediamadura.com di lapangan beberapa PKL tetap adem ayem berjualan, meski ada petugas penegak perda namun ia hanya duduk-duduk sambil minum kopi yang dibeli dari para PKL itu.

Salah satu pemuda Alfian menyatakan, penertiban itu tidak pro rakyat kecil. Pemerintah kabupaten (Pemkab) terkesan arogan, sebab tidak mensosialisasikan secara persuasif.

“Penertiban PKl ini tidak siap, buktinya tidak ada solusi bagi PKL,” katanya.

Para PKL, tambah Alfian, harus mencari nafkah keluarganya setiap hari karena satu-satunya penghasilan PKL dari hasil jualan itu. Jika tidak berjualan perekonomian mandek.

“Setiap hari harus berjualan karena ini kebutuhan hidup,” tambahnya.

Sementara Kepala Seksi (Kasi) Operasi dan Pengendalian Satpol PP Pamekasan, Misyanto berkilah, penertiban yang dilakukan, Senin (3/12) kemarin, mendapat perlawanan dari PKL sehingga menjadi kendala tersendiri bagi petugas.

“Memang sampai sekarang belum dilakukan, alasanya PKL tidak mau diatur. Mereka menuntut adanya pemberdayaan dan penataan,” kilah Misyanto.

Rencana penertiban PKL di jantung kota itu karena PKL dinilai melanggar Peraturan Bupati Nomor 31 tahun 2016 tentang perubahan atas perbup nomor 38 tahun 2009 tentang petunjuk pelaksanaan perda nomor 5 tahun 2008 tentang penataan dan pemberdayaan PKL, yakni melanggar Pasal 6 huruf n.

Dalam aturan tersebut pasal 6 huruf n, diamanatkan PKL kawasan Arek Lancor diperbolehkan berjualan pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu, mulai pukul 16.30 WIB sampai dengan pukul 22.00 WIB.

“Selama ini, kegiatan PKL semakin semrawut, mereka melanggar ketentuan waktu yang ditentukan untuk berjualan,” tutup Misyanto.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.