Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Sumenep, Bambang Eriyanto

Sumenep, (Media Madura) – Jika tak mau merugi, sebaiknya petani di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur tidak menanam tebu. Di antara alasannya, karena tanah di Sumenep tidak cocok untuk ditanami tebu. 

“Memang kami tidak mengizinkan tanaman tebu masuk Sumenep, karena tanah di Sumenep berbeda dengan di jawa dan daerah lain,” kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Sumenep, Bambang Eriyanto, Selasa (4/12/2018).

Bambang mengatakan, dirinya telah 15 tahun berkecimpung dalam pasar tebu. Di samping tanah tak cocok dan operasional mahal, untuk bisnis tebu Sumenep hitung-hitungannya tetap akan rugi.

Bahkan, walaupun Suramadu digratiskan, pihaknya yakin biayanya akan tetap tinggi dan pelaku bisnisnya terancam rugi, kecuali misalnya dibangun pabrik tebu mini di Sumenep.

“Selama belum ada pabrik tebu di Sumenep, hitung-hitungannya tetap rugi. Jadi kami himbau agar para petani tidak menanam tebu,” sarannya.

Tidak hanya itu, ternyata tanaman tebu merusak terhadap struktur tanah, karena kadar kapur tanah di Madura berbeda dengan di luar Madura.

Labih lanjut Bambang menuturkan, beberapa tahun lalu, sebagian daerah sempat ditenamin tebu. Salah satunya di Kecamatan Gapura. Tetapi hasilnya tidaklah sesuai dengan biaya produksi.

“Disamping itu juga, petani kita belum berpengalaman dalam menanam tebu. Jadi petani di sini lebih pas mengembangkan tanaman padi atau jagung,” tandasnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.