H. Joni Widarso

Sumenep, (Media Madura) – Penambahan Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp 63 miliar ke APBD Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus menuai polemik, bahkan penambahan anggaran tersebut dinilai cacat hukum.

Pasalnya, rapat proses pembahasan dana di Badan Anggaran (Banggar) disinyalir tidak kuorum. Dari jumlah 24 anggota, yang hadir pada Senin (26/11/2018) hanya 10 orang.

Salah seorang anggota Banggar, H. Joni Widarso menjelaskan, proses rencana penambahan dana Rp 63 miliar terkesan dipaksakan. Sebab, prosesnya jelas tidak kuorum.

“Hanya segelintir anggota yang hadir, itu pun pembahasan ditunda. Silahkan buka CCTV DPRD untuk membuktikannya,” tuturnya. 

Menurut Joni, jika proses pembahasan dianggap kurum atau malah dilanjutkan, maka pembahasan jelas tidak absah dan tahapannya menjadi ilegal.

“Pembahasan tidak kuorum maka prosesnya tidak bisa dilanjutkan. Kalau dilanjutkan berarti cacat hukum,” tegasnya.

Lebih lanjut politisi Gerindra ini membeberkan, ada kesan seolah anggaran tersebut dipaksa masuk APBD, padahal sudah tidak masuk KUA-PPAS (Kebijakan Umum Anggaran Plafon Perioritas Anggaran Sementara).

“Dari sini saja sudah bisa dipahami jika upaya memasukkan dana Rp 63 miliar dalam lampiran APBD memang dipaksanakan, meski prosesnya tidak prosedural atau cacat,” ucapnya.

Ditambah lagi, menurut ketua Fraksi Gerindra ini, sistem SIMRAL yang sudah diterapkan di Sumenep. “Dari mana mereka mau nambah jika SIMRAL sudah tertutup. Jadi, kesan dipaksankan memang cukup nyata,” tegasnya lagi.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, Edy Rasiyadi mengatakan anggaran Rp 63 miliar tersebut diproyeksikan untuk pembangunan infrastruktur, baik perbaikan infrastruktur di daerah daratan maupun kepulauan.

“Tapi infrastruktur dimaksud bukan hanya untuk jalan, diantaranya sebagian anggaran tersebut nantinya akan diperuntukan pembangunan lanjutan pasar tradisional Lenteng dan Ganding,” tandasnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.