Tersangka kasus narkoba saat pers release Polres Pamekasan

Pamekasan, (Media Madura) – Selama tahun 2018 penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur tinggi.

Kasatnarkoba Polres Pamekasan, AKP Moh Sjaiful, mengungkapkan saat ini obat terlarang itu digandrungi oleh pemuda, buktinya tahun ini yang tersangkut mayoritas masih di usia muda.

“Ungkap kasus per 1 Januari sampai dengan bulan November 2018 ada 64 kasus dengan tersangka 92 orang,” katanya, Sabtu (1/12/2018).

Rinciannya tambah Sjaiful, pemuda dari usia 15 sampai 30 tahun sebanyak 53 orang, di usia 40 sampai 65 sebanyak 39 orang. Para penyalahguna obat haram itu berjenis kelamin laki-laki 88 orang dan perempuan 4 orang. Status pengedar 42 orang, pemakai 47 orang dan bandar 3 orang.

“Para pelaku sudah ada yang vonis, dan ada yang masih menjalani sidang,” tambahnya.

Barang bukti yang diamankan, sebanyak 2.581 butir pil koplo, 81.45 gram sabu-sabu dan 123 botol minuman keras (miras). Barang itu diamankan dari pemukiman sebanyak 28 kasus, tempat umum 7 kasus,jalan raya 19 kasus, lapas 2 kasus, rumah kost 2 kasus, toko 5 kasus dan warung 1 kasus.

“Selain pemuda kasus itu juga melibatkan petani, karyawan bahkan anggota polri,” tutur mantan Kapolsek Tamberuh itu.

Ia berharap peran serta orang tua, masyarakat dan lingkungan agar menjahui obat terlarang itu, sebab jika tetap mengkonsumsinya bisa berakibat hidup dalam jeruji besi bahkan harus kehilangan nyawa.

“Narkoba sudah merusak generasi bangsa, pemuda dan berbagai kalangan makanya jahui itu,” tambahnya.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.