Pedagang Kaki Lima di areal Monumen Arek Lancor Pamekasan

Pamekasan, (Media Madura) – Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa mangkal di area Monumen Arek Lancor, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, yang rencananya akan dilakukan pada Senin 3 Desember mendatang akan melibatkan aparat seperti TNI-Polri.

Diungkapkan oleh Kepala Seksi (Kasi) Operasi dan Pengendalian, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pamekasan, Misyanto, upaya itu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti aksi penolakan dari PKL.

“Senin depan kita akan tertibkan bersama petugas gabungan, baik dari OPD, TNI maupun Polri, karena mereka merusak program tata kota di Pamekasan,” katanya, Jumat (30/11/2018).

Ditambahkan Misyanto, area monumen Arek Lancor itu harus steril dari kegiatan usaha PKL setiap Senin hingga Kamis. Jika ada PKL yang masih mokong melakukan kegiatan usaha di hari-hari terlarang tersebut, petugas akan mengambil langkah tegas dengan menyita lapak dan barang dagangannya.

“Tindakan tegas akan menyita barang dan lapaknya, karena ini adalah amanat peraturan,” tambahnya.

PKL di jantung kota itu dinilai melanggar Peraturan Bupati Nomor 31 tahun 2016 tentang perubahan atas perbup nomor 38 tahun 2009 tentang petunjuk pelaksanaan perda nomor 5 tahun 2008 tentang penataan dan pemberdayaan PKL Pasal 6 huruf n.

Dalam aturan tersebut pasal 6 huruf n, diamanatkan PKL kawasan Arek Lancor diperbolehkan berjualan pada Jumat, Sabtu dan hari Minggu, mulai pukul 16.30 WIB sampai dengan pukul 22.00 WIB. Sementara beberapa tahun terakhir beroperasi setiap hari dari pagi hingga malam hari.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.