Ilustrasi

Pamekasan, (Media Madura) – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur menyebutkan kasus peredaran narkoba mengalami peningkatan di tahun 2018.

“Pamekasan darurat narkoba, data saat ini sudah mengalami peningkatan,” kata Sekretaris BNN Pamekasan, Ridawati, Jumat (30/11/2018).

Penyalahgunaan barang haram tersebut, tambah Ridawati, beredar di kalangan anak muda, pelajar, dan mahasiswa. Peredarannya pun ditengarai terjadi di beberapa tempat, seperti tempat karaoke, kafe dan beberapa tempat hiburan lain.

“Narkoba sudah merusak generasi bangsa, pemuda dan berbagai kalangan,” tambahnya.

Data pada Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Pamekasan mencatat penyalahgunaan narkoba juga mengalami peningkatan dibanding tahun 2017.

“Ada tren negatif pengguna narkoba di Pamekasan,” kata Kasatreskoba Polres Pamekasan, AKP Moh Sjaiful.

Dijelaskan, pada tahun 2017 kasus narkoba itu sebanyak 47 kasus dengan 59 tersangka, sedangkan tahun 2018 meningkat menjadi 64 kasus dengan 92 pelaku.

“Data itu per November, bisa dimungkinkan ada tambahan,” tutup Sjaiful.

Reporter: Rifqi Ahmad
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.