Warga kesulitan air bersih karena dampak musim kemarau (Dok/MM)

Pamekasan, (Media Madura) – Pendistribusian bantuan air bersih ke beberapa daerah terdampak kekeringan di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur akan dikurangi karena sejumlah wilayah sudah diguyur hujan.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan, Budi Cahyono mengatakan dalam beberapa hari terakhir hujan turun dengan intensitas tinggi dan merata.

“Sebelumnya petugas menyuplai air rutin setiap hari ke daerah terdampak kekeringan secara bergiliran. Namun, saat ini distribusi air itu dikurangi bukan dihentikan, kan sudah hujan,” katanya, Kamis (29/11/2018).

Selain itu, tambah Budi, untuk mengirim air masuk ke pelosok-pelosok sudah tidak memungkinkan. Sebab menurutnya, mobil tangki sulit melewati medan yang berlumpur.

“Berbahaya kalau ke jalan pelosok. Untuk yang di pinggir jalan beraspal tetap permintaannya ke kantor. Ya, kalau ada permintaan dari kepala desa,” tambahnya.

Apalagi, imbuhnya, sesuai Surat Keputusan (SK) bupati distribusi bantuan air berakhir pada tanggal 30 November 2018.

“Yang jelas, SK tersebut tidak akan diperpanjang, mengingat saat ini sudah masuk musim pancaroba,” terang Budi.

Namun, pendistribusian air bersih akan tetap dilakukan apabila masyarakat benar-benar membutuhkan.

Sekadar diketahui, pada musim kemarau 2018, daerah terdampak kekeringan di Kabupaten berslogan Gerbang Salam itu berjumlah 80 desa dan 315 dusun yang tersebar di 13 kecamatan.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.