Kapolres Sampang AKBP Budhi Wardiman dan Kasat Reskrim AKP Hery Kusnanto membeberkan senpi jenis Baretta yang digunakan pelaku dan satu orang DPO kasus penembakan, Kamis (29/11/2018). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Kasus penembakan menewaskan Subaidi (35) terus dikembangkan. Polisi kembali menemukan bukti baru dari tersangka Idris (30), pelaku penembakan di Desa Sokobanah Laok, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang.

Aparat berhasil mengamankan satu orang terduga terlibat membantu pelaku pasca kejadian penembakan. Dia adalah Nuriman alias Jatim, warga Desa Bire Timur Kecamatan Sokobanah.

Bukti baru berupa senjata api berjenis pistol merk Pietro Baretta dengan kaliber 9 mm. Selain itu, polisi juga menetapkan inisial HA (55) warga Desa Tamberu Daya, sebagai daftar pencarian orang (DPO).

Kapolres Sampang AKBP Budhi Wardiman, mengatakan bukti baru itu hasil olah TKP lanjutan untuk penyelidikan mendalam yang dilakukan selama dua kali. Pencarian bukti baru menggunakan alat detektor logam beserta tim Labfor dan tim Gegana Polda Jawa Timur.

Hasil perkembangan penyelidikan, ternyata pelaku menghabisi nyawa korban bukan menggunakan senjata rakitan jenis Pun Gun seperti pengakuan sebelumnya, melainkan pistol Baretta. Saat kejadian, pelaku sengaja membawa dua senjata api.

“Pada olah TKP lanjutan kita menemukan selongsong peluru bekas tembakan di lokasi kejadian, kita interogasi tersangka dan mengakui bahwa senjata Pun Gun bukan senjata yang pertama ditembakkan tapi jenis pistol, ada dua peluru yang dikeluarkan, pertama peluru dikeluar biasa dan kedua yang tembakkan,” ungkapnya dalam konferensi pers di Mapolres Sampang, Kamis (29/11/2018).

Dari keterangan itulah kasus penembakan dikembangkan. Setelah penembakan, pelaku memang melarikan diri dan menuju rumah Jatim. Pelaku menceritakan kepada Jatim bahwa dirinya melakukan penembakan terhadap Subaidi, anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Mengetahui hal itu, lanjut Kapolres Sampang, Jatim membawa dan menyembunyikan Idris ke salah satu rumah kosong. Pistol buatan asal Negara Italy dengan jumlah 20 butir peluru milik pelaku itu sengaja dititipkan kepada Jatim.

Pistol Baretta tersebut didapat pelaku dari inisial HA. Idris membelinya seharga Rp 5 juta pada bulan Agustus 2018 kemarin.

“Kita akhirnya menangkap Jatim beserta pistol Baretta, hasil uji Labfor Polda Jawa Timur cabang Surabaya menyatakan pistol Baretta ini kaliber 9 mm,” jelasnya.

Kata Budhi, pengakuan awal dari pelaku banyak yang tidak benar. Seperti korban sempat menabrakkan motornya ke pelaku serta korban membawa pisau.

“Semua keterangan itu tidak benar, jadi si pelaku justru mencegat motor korban sehingga terjadi pertengkaran, kalau soal korban bawa sajam belum kita dalami, tapi sampai saat ini belum ada saksi mengetahui itu,” tuturnya.

Tak henti disitu, ternyata yang menelfon korban untuk berpura-pura akan memasang gigi palsu adalah pelaku.

“Tersangka sengaja nelfon ke korban, diarahkan ke jalan yang menuju ke lokasi kejadian,” ucapnya.

Dirinya menambahkan, hingga kini ada 13 saksi telah memberikan keterangan. Polisi akan terus mengungkap kasus penembakan yang menjadi perhatian nasional tersebut.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.