Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Pamekasan, Muharram

Pamekasan, (Media Madura) – Realisasi program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2018 bagi rakyat kurang mampu di Pamekasan, Madura, Jawa Timur diklaim mencapai 90 persen.

Dikatakan oleh Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Pamekasan, Muharram, belum terealisasinya bantuan yang bersumber dari APBN itu menjadi 100 persen lantaran ada beberapa persoalan yang dialami penerima manfaat.

“Hingga akhir bulan November belum bisa dituntaskan sampai 100 persen, sebab ada beberapa kendala dipenerima seperti pindah alamat, menolak dan meninggal dunia,” katanya, Rabu (27/11/2018).

Oleh karena itu, Muharram menjelaskan, dari sisa yang belum terealisasi itu, terpaksa harus dialihkan kepada penerima manfaat yang lain, atau pemilik RTLH yang sebelumnya tidak terdata dalam bantuan tersebut.

“Solusinya ya dialihkan ke warga yang layak menerima bantuan ini,” tambahnya.

Pada bantuan ini setiap penerima manfaat mendapatkan bantuan sebesar Rp 15 juta per unit. Bantuan itu diberikan ke penerima berbentuk bahan-bahan bangunan.

“Insya Allah Desember ini sudah bisa tuntas semua,” pungkas Muharram.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.