Kapolres Sampang AKBP Budhi Wardiman menunjukkan senjata api Pen Gun yang digunakan pelaku penembakan terhadap Subaidi, Jumat (23/11/2018). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Kepolisian Resor Sampang, Madura, Jawa Timur, masih mendalami masalah kepemilikan senjata api yang digunakan pelaku penembakan yang merenggut nyawa Subaidi (35), anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Desa Tamberu Timur, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang.

Dari pengamatan polisi, senjata api jenis Pun Gun itu merupakan rakitan. Pengakuan Idris (30), pelaku penembakan bahwa senjata dimilikinya sejak tahun 2004 silam.

“Senjata itu dari temannya inisial S, barang didapat saat konflik di Kalimatan dulu, tunggu saja nanti masih kita dalami,” ujar Kapolres Sampang AKBP Budhi Wardiman, Senin (26/11/2018).

Tak hanya itu, lanjut Budhi, barang bukti Pun Gun tersebut akan dikirm ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Cabang Surabaya.

“Kami akan kirim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Cabang Surabaya yakni untuk mengetahui secara pasti senjata api yang digunakan,” jelasnya.

Adapun barang bukti yang diamankan yakni perlengkapan tukang pasang gigi palsu milik korban, baju, dan hp bekas hantaman peluru. Kemudian, motor pelaku, serta senpi.

“Kalau motif pelaku menembak korban karena sakit hati atas ungguhan di medsos,” terangnya.

Akibat perbuatannya pelaku dikenakan pasal 340 KUHP Junto pasal 56 ayat (1) dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup, atau selama – lamanya 20 tahun penjara.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.