Pamekasan (Media Madura) – Jumlah penderita human immunodeficiency virus infection and acquired immune deficiency syndrome (HIV/AIDS) di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur bertambah.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Ali Maksum menyatakan, penderita penyakit mematikan itu pada akhir 2017 hanya 67 orang namun tahun 2018 bertambah mencapai 74 orang.

“Jumlah tersebut lebih tinggi dari tahun sebelumnya, yaitu lebih banyak 7 orang daripada,” katanya, Senin (26/11/2018).

Data tersebut per Oktober 2018, sehingga ia berkesimpulan jumlah penderita penyakit yang sulit menemukan obatnya itu bisa saja bertambah. Sebab, yang terdata hanya penderita yang memeriksakan diri di fasilitas kesehatan.

“Tidak menutup kemungkinan ada penderita penyakit tersebut, tetapi tidak memeriksakan diri,” tambahnya.

Menurut Maksum, ada beberapa faktor pemicu penularan penyakit tersebut. Diantaranya, perilaku menyimpang seperti homoseksual, gonta-ganti pasangan, pengguna narkoba yang menggunakan jarum suntik bekas orang lain.

“Kami imbau agar masyarakat yang terkena penyakit itu tidak usah malu datang ke fasilitas kesehatan,” tutup Maksum.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.