Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan, Mohammad Sahur

Pamekasan, (Media Madura) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Madura, Jawa Timur meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat intensif melakukan sosialisasi bahaya dan penularan virus human immunodeficiency virus infection and acquired immune deficiency syndrome (HIV/AIDS).

Dikatakan oleh Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Muhammad Sahur, masyarakat dibumi Gerbang Salam belum mengetahui secara detail pemicu penyebaran penyakit ganas tersebut. Oleh karenanya, sosialisasi lebih di optimalkan hingg menyeluruh.

“Salah satu yang harus di lakukan dinkes yaitu sosialisasi harus maksimal. Sebab, masyarakat banyak yang buta penyakit itu,” katanya, Senin (26/11/2018).

Dengan demikian, tambah mantan aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan itu, pengetahuan masyarakat tentang bahaya dan cara penularan HIV/AIDS yang bisa menyebabkan kematikan itu semakin luas.

“Pemerintah tidak boleh leyeh-leyeh dalam menyosialisasikan bahaya dan penyebaran penyakit memastikan itu,” tandas Sahur.

Ia miris, di Pamekasan terus meningkat penderita penyakit yang sulit di sembuhkan itu, oleh karenanya ia meminta dinkes serius soal penyakit itu.

Sementara Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Ali Maksum menyatakan, secara kontinu memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya penyakit tersebut. Cara pencegahan penyebaran virus mematikan itu juga disampaikan kepada masyarakat.

“Masyarakat agar menghindari perilaku menyimpang sehingga penderita HIV/AIDS tidak membeludak. Lalu, masyarakat yang menderita penyakit itu tidak malu berobat. Kalau malu berobat, ya tidak akan sembuh,” katanya.

Data penderita penyakit mematikan itu pada akhir 2017 hanya 67 orang namun tahun 2018 bertambah mencapai 74 orang.

Menurut Maksum, ada beberapa faktor pemicu penularan penyakit tersebut. Di antaranya, perilaku menyimpang seperti homoseksual, gonta-ganti pasangan, kemudian, pengguna narkoba yang menggunakan jarum suntik bekas orang lain.

Reporter : Ahmad Rifqi
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.