Penampilan cabang olahraga pencak silat dalam pembukaan Porkab Sampang ke-VI di gedung Gor Indor Wijaya Kusuma, Senin (26/11/2018). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sampang menyatakan ketidaksiapan dari pihak kecamatan membuat cabang olahraga (cabor) volly indor tidak dilibatkan menjadi peserta Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Sampang ke-VI tahun 2018.

“Karena untuk cabor bola volly indor belum siap dari pihak kecamatan,” kata Ketua KONI Kabupaten Sampang Moh Syarifuddin usai pembukaan Porkab ke-VI, Senin (26/11/2018).

Untuk itu, lanjut Syarifufdin, tidak mengikutsertakan cabor volly indor,
panitia telah menggantikan dengan volly pantai yang mulai bertanding hari ini Senin 26 – Rabu 28 November bertempat di lapangan Wijaya Kusuma.

Meski terbilang baru pertama kali di Sampang, volly pantai lebih berpotensi untuk dilibatkan pada Porkab tahun ini.

“Volly pantai lebih berpotensi lebih banyak pesertanya, karena itu menjadi syarat di Porkab,” ujarnya.

Menanggapi itu, Sekretaris Paguyuban Bola Volly Sampang Rosi, mengaku sangat menyanyangkan kebijakan KONI Sampang. Padahal, seluruh club volly indor di masing-masing kecamatan telah siap mengikuti ajang Porkab.

“Kami kecewa mas, kami sudah mempersiapkan diri berlaga di ajang Porkab, tapi justru yang ada volly pantai dan para atletnya juga sebagian yang diikutsertakan dari volly indor,” tuturnya.

Rosi menuturkan, biasanya cabor volly indor setiap tahun selalu dilibatkan pada event Porkab, hanya saja tahun ini tidak dilibatkan. Akibat kebijakan yang dinilai secara sepihak tersebut membuat banyak atletnya telantar.

“Sebenarnya para atlet juga resah karena mau tidak mau di ajang Porkab ada batasan usia, apalagi kalau berlaga untuk volly pantai hanya dua orang pemain per tim,” pungkasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.