Kapolres Sampang AKBP Budhi Wardiman menunjukkan senjata api Pen Gun yang digunakan pelaku penembakan terhadap Subaidi, Jumat (23/11/2018). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Motif penembakan terhadap Subaidi (35), anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Desa Tamberu Timur, Kecamatan Sokobanah akhirnya terungkap. Gara-gara cuitan di akun facebook, membuat pelaku sakit hati dan nekat menembak korban hingga menyebabkan meninggal dunia.

Di hadapan polisi, pelaku bernama Idris (30) warga Dusun Bates, Desa Tamberu Laok, Sokobanah itu mengaku sakit hati karena korban mengupload video dirinya di akun facebook. Korban juga mengomentari video tersebut dengan perkataan kasar dan mengancam akan membunuh pelaku.

“Aslinya masalah pribadi, dia (korban) mengupload video saya yang direkam sama Ust Bahrud asal Sokobanah Laok, isi videonya tentang screnshoot cekcok obrolan,” terang Idris dalam press release di Mapolres Sampang, Jumat (23/11/2018).

Penembakan terjadi pada Rabu (21/11) pukul 13.00 WIB kemarin. Kronologis kejadian berawal ketika Subaidi yang juga berprofesi sebagai tukang perbaikan gigi itu menerima pasien di Desa Sokobanah Laok.

Ditengah perjalanan, tepat dilokasi kejadian Dusun Gimbuk, Desa Sokobanah Laok, korban berpapasan dengan pelaku. Karena sejak awal keduanya ada perselisihan, korban terlebih dulu menabrakkan motornya kepada pelaku.

Aksi perkelahian pun terjadi. Pengakuan pelaku, dirinya berduel karena korban sempat mengeluarkan pisau. Semakin terpojok dan tak mau kalah, pelaku mengeluarkan senjata api jenis Pen Gun yang disimpan dibalik saku. Sengaja membawa senpi demi untuk menjaga keselamatan dirinya yang selama ini diakui sering mendapat ancaman.

“Pada waktu kejadian memang saya lagi keluar mau ke pasar Plerenan Desa Tobai Timur untuk beli gendongan anak saya, ketemu Subaidi, akhirnya duel dan saya petik senpi secara dekat dan kena bagian dada Subaidi, belum mati waktu itu, lalu saya sempat dilempar batu dan saya lari sampai motor ditinggalkan,” terang Idris menceritakan kejadian.

Kapolres Sampang AKBP Budhi Wardiman, mengatakan tak butuh waktu lama tersangka ditangkap di daerah Kecamatan Karang Penang pada Kamis (22/11) sore pukul 16.00 WIB kemarin. Saat itu, pelaku hendak menuju perjalanan ke Kabupaten Pamekasan.

“Tersangka kita tangkap saat mau ke Pamekasan, korban ditembak satu kali yang mengenani dada kiri bawah hingga tembus ke pinggang kanan,” jelasnya.

Budhi menerangkan, tersangka dikenakan pasal 340 KUHP jon pasal 56 ayat 1 atau pasal 338 KUHP jo pasal 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun penjara.

“Kasus ini termasuk pembunuhan berencana, jadi motifnya murni pelaku sakit hati,” ujar Budhi kepada wartawan.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.