Pamekasan, (Media Madura) – Tokoh masyarakat di Desa Badung, Kecamatan Proppo, Pamekasan, Madura, Jawa Timur Anwar Syamsidi meminta pihak kepolisian mengusut dengan serius kasus pencurian dengan membobol jok motor.

Pasalnya kata Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan itu, kejadian sudah terjadi dua kali dalam kurun waktu yang berdekatan.

“Kami harap Polisi serius menangani ini, persoalannya sudah dua korban dengan uang yang banyak,” katanya, Jumat (23/11/2018).

Mantan kepala desa (Kades) Badung itu meyakini, pelaku dimungkinkan sama dengan kejadian pada Selasa (13/11/2018) lalu, sebab penarikan uang yang dilakukan oleh korban di bank yang sama.

“Pelaku ini memang membuntuti korban, makanya ia dengan cepat mengambilnya,” tambah Anwar.

Dalam kurun waktu seminggu di Kabupaten berslogan Gerbang Salam itu terjadi dua perampokan dengan mencongkel jok motor. Kejadian perampokan sebelumnya, dialami Farida (38), warga Desa Banyubulu, Kecamatan Proppo, pada Selasa (13/11/2018). Uang tersebut baru diambil dari BNI sebesar Rp 47 juta. Sampai hari ini, pelakunya masih belum terungkap.

Kejadian terbaru dialami Alawi warga Desa Badung, Kecamatan Proppo, uang yang baru diambil dari BRI dan BNI itu, merupakan titipan dari anggota keluarganya yang bekerja di Jakarta.

Uang pertama Rp 5 juta, diambil dari BRI. Uang kedua diambil di BNI Rp 6 juta. Kemudian di dalam dompetnya, terisi uang kurang lebih Rp 1,2 juta yang dibungkus jadi satu dalam plastik warna hitam.

Sementara itu Kepala Satreskrim Polres Pamekasan, AKP Heri Siswo mengimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan menyimpan uang atau benda berharga dalam jok motor. Sebab jok motor yang baru-baru, mudah dibongkar karena bahannya terbuat dari bahan yang tidak kuat.

“Saya imbau masyarakat waspada. Pemilik cctv jangan hanya memasang, tetapi juga harus diawasi sehingga kejahatan bisa diantisipasi,” ungkap mantan Kasat Reskrim Polres Sampang itu.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.