Perwakilan Ikaba dan keluarga korban berjabat tangan dengan Kapolres Sampang AKBP Budhi Wardiman, Jumat (23/11/2018). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Ikatan Alumni Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Ikaba) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, memberikan dukungan moral kepada kepolisian untuk mengusut tuntas kasus penembakan yang menyebabkan Subaidi (35), meninggal dunia.

Dukungan itu disampaikan Ikaba saat mendatangi Mapolres Sampang Jalan Jamaludin seusai press release penangkapan pelaku, Jumat (23/11/2018) pagi.

Korban diketahui sebagai anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) itu merupakan alumni Ponpes Mambaul Ulum Bata-Bata. Ia ditembak oleh pelaku, Idris (30) warga Dusun Bates, Desa Tamberu Timur, Sokobanah, Sampang.

“Kita hadir kesini sebagai solidaritas dari alumni bata-bata, perwakilan keluarga korban, dan masyarakat yang peduli memberikan simpatik kepada korban, kita tidak ingin kejadian terulang kembali ke orang lain, cukup ini,” ucap perwakilan Ikaba Salim Segaf.

Menurut Salim, kedatangannya ke Polres Sampang itu untuk memastikan kasus ini betul-betul ditangani serius oleh pihak polisi karena kasusnya terkait pembunuhan berencana. Aksi kriminal tersebut diyakini tidak berdiri sendiri, apalagi pelaku memiliki senjata api rakitan.

“Melihat dari skenario dan peristiwa yang terjadi ini harus diusut tuntas sampai keakar-akarnya, kepemilikan senpi pelaku itu dari mana,” tegas Salim.

Menanggapi itu, Kapolres Sampang AKBP Budhi Wardiman menegaskan mengusut tuntas segala kasus tindak pidana apapun menjadi komitmen polisi dalam penegakkan hukum.

“Terima kasih atas kedatangannya, kepada keluarga supaya tenang bahwa kasus ini akan sepenuhnya kita tangani dan diusut sampai keakar-akarnya, nanti setiap progres penanganan kita sampaikan ke keluarga,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.