Bupati Sumenep, A Busyro Karim.

Sumenep, (Media Madura) – Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), angka buta aksara di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tergolong cukup tinggi.

Pada tahun 2010, angka buta aksara di Sumenep mencapai 20,24 persen dari jumlah penduduk saat itu sekitar 1 juta 44 ribu jiwa lebih.

Namun Bupati Sumenep, A Busyro Karim justru menyebut aangka penduduk buta aksara di daerahnya mengalami penurunan sebanyak 79.620 orang.

Kata Busyro, penurunan tersebut merupakan buah dari program pemerintah daerah sejak tahun 2010 hingga tahun 2017 yang sudah melakukan trobosan pemberantasan buta aksara.

“Yang jelas keberhasilan menurunkan angka buta aksara itu berkat kerja keras semua guru, pendidik dan semua pihak yang terlibat langsung atau tidak langsung dalam penuntasan buta aksara di Sumenep,” ujar Bupati baru-baru ini. 

Bahkan Bupati menyatakan, pihaknya mencanangkan bebas buta aksara dalam kurun waktu 2 tahun ke depan, untuk itu ia meminta semua pihak ikut berperan aktif mendukung tekad pemerintah daerah itu.

“Kami ingin semua pihak berperan aktif dalam kegiatan literasi, sebab setiap orang bisa ikut berkontribusi menekan buta aksara, salah satunya dengan mengajak para orang tua mengenalkan aksara sejak dini kepada anak-anaknya,” tukasnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.