Ketua DPRD Kabupaten Pamekasan, Halili

Pamekasan, (Media Madura) – Lima program yang melekat pada visi-misi bupati dan wakil bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur dipending oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat lantaran tidak melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Dikatakan oleh Ketua DPRD Pamekasan, Halili, penolakan pada lima program itu, lantaran dirinya tidak mau direpotkan oleh berbagai program yang tidak masuk RPJMD, apalagi finalisasi RAPBD 2019 sudah selesai dan siap diparipurnakan.

“Atas dasar kehati-hatian dengan terpaksa tim banggar menyepakati program Pak Bupati yang tertuang pada visi-misi dipending dulu,” katanya, Rabu (21/11/2018).

Pertimbangan lain, tambah Halili, di beberapa daerah yang kepala daerahnya baru dilantik, sedangkan usulan programnya masih belum masuk RPJMD maka juga dipending.

“Kami tunggu masuk RPJMD dulu baru nanti bisa masuk pada APBD 2019 perubahan,” ujarnya.

Lima program yang dipending itu di antaranya, bantuan mobil siaga kepada 178 desa, dengan total anggaran Rp 31 ?miliar, bantuan kegiatan keagamaan kepada 178 desa nominal Rp 25 juta per desa.

Selain itu program 10 ribu pengusaha, fasilitasi kegiatan PMD dan kegiatan yang melekat pada BLH yakni akan membangun tempat PKL dengan total anggaran Rp 4 miliar.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.