Sampang, (Media Madura) – Kapolres Sampang AKBP Budhi Wardiman menyampaikan masih melakukan pemeriksaan kasus penganiayaan menimpa Subairi (30) warga Desa Tamberu Timur, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang. Polisi masih mendatangi RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan, tempat korban dievakuasi.

“Kami masih memeriksa kasusnya, belum bisa dipastikan Subairi menjadi korban penembakan, kalau lukanya di punggung akibat luka tembak tapi masih dugaan karena dokter belum memberikan keterangan,” kata Budhi dibalik telepone, Rabu (21/11/2018) malam.

Informasi yang diterima mediamadura.com, Subairi diduga terkena tembakan oleh orang tak dikenal. Beruntung nyawa korban masih bisa diselamatkan dan mendapatkan penanganan medis rumah sakit.

Penempakan terjadi pada Rabu (21/11/2018) siang pukul 13.00 WIB, di sebuah jalan desa perbatasan Desa Sokobanah Tengah-Sokobanah Laok.

Korban diketahui anggota Penyelenggara Pemungutan Suara (PPS) itu mengendari sepeda motor. Dilokasi kejadian, warga sudah menemukan korban terkapar lemas karena luka tembak di bagian punggung.

Kapolres Sampang mengaku belum bisa mengungkap motif dibalik insiden tersebut. Pihaknya masih menunggu hasil visim rumah sakit.

“Belum dipastikan nanti tunggu informasi lanjut,” singkatnya.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara Pemilu Kecamatan (PPK) Sokobanah, Sahid saat dikonfirmasi membenarkan bahwa Subaidi merupakan anggota PPS Desa Tamberu Timur. Setelah mendengar informasi itu, dirinya menuju ke lokasi kejadian dan korban sudah dievakuasi.

“Saya ke lokasi ternyata sudah dievakuasi, tapi korban sempat dirawat di puskemsmas Tamberu,” katanya.

Sahid menambahkan, selain bertugas sebagai anggota PPS, korban kesehariannya berprofesi sebagai tukang gigi. Sedangkan kabar yang santer dari masyarakat sekitar, Subaidi terkena peluru nyasar oleh orang yang tak dikenal.

Reporter : Ryan Hariyanto

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.