Kepala Kejaksaan Negeri Sampang Setyo Utomo (baju dinas) menemui massa, Rabu (21/11/2018). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Kepala Kejaksaan Negeri Sampang Setyo Utomo angkat bicara menanggapi pernyataan dirinya soal percobaan suap uang Rp 500 juta yang memicu kontroversi hingga munculnya aksi demo.

Menurut Setyo, bahwa berkembangnya skenario soal penyuapan uang tersebut sebetulnya hanya statement pribadi dalam arti keterbukaan untuk bersama-sama mengawasi kinerja Kejari Sampang.

“Itu hanya statement pribadi, saya minta diawasi dari awal tahun ditugaskan di Sampang baik kinerja saya maupun anak buah, jadi keterbukaan yang ingin dikemukakan itu memang betul-betul untuk membuat korupsi tidak semakin korupsi, karena saya menerima kabar bisik-bisik bahwa akan terjadi upaya penyuapan,” ungkap Setyo Utomo kepada wartawan usai menemui massa, Rabu (21/11/2018).

Diakuinya, setiap aparat penegak hukum dalam menangani perkara rentan berhadapan dengan suap menyuap. Untuk itu, dirinya kembali menegaskan bahwa statement tersebut sebagai arti keterbukaan.

Pria yang baru setahun menjabat Kejari Sampang itu menyampaikan, indikasi dapat naik atau tidaknya penyelidikan ke penyidikan penanganan kasus lisdes akan dilakukan secara yuridis.

“Kita akan lakukan upaya penanganan hukum semurni mungkin secara yuridis, selama ini kami selalu open dan terbuka, setiap meninjau ke obyek laporan kita selalu melibatkan pelapor agar bisa memahami isi laporannya sendiri apakah ada main-main atau tidak,” jelasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.