Ketua KPU Sumenep, Abd Waris

Sumenep, (Media Madura) – Baru-baru ini beredar kabar bahwa kaum disabilitas mental atau orang gila diperbolehkan masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 memdatang.

Dilansir dari beberapa sumber, disabilitas mental bisa mencoblos itu tertuang dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 11 tahun 2018, tentang pemilih di dalam negeri.19

Namun demikian, menurut Ketua KPU Sumenep, Abd. Warits wacana tersebut belum ada persetujuan dari KPU Pusat, sehingga saat ini pemyandang gangguan jiwa belum masuk DPT. 

“Kalau kami (KPU Sumenep) tetap mengikuti aturan sesuai perintah KPU Pusat, jika nanti memang ada aturan orgil harus masuk DPT, maka kami jalankan,” ujarnya, Rabu (21/11/2018).

Menurut Warits, sejauh regulasi yang pihaknya jalankan, seseorang bisa dinyatakan orang gila (orgil) jika ada keterangan dari dokter jiwa yang menyatakan yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa. 

“Tetapi kalau tidak ada keterangan ya tetap kita masukkan ke DPT, meski orang sekililingnya bilang dia gila,” jelasnya. 

Saat ini, sambung Warits, KPU Sumenep belum melakukan pendataan terhadap orang-orang gila. Namun, jika dalam waktu dekat ada aturan yang mengharuskan orgil masuk DPT, maka pihaknya akan melaksanakan pendataan. 

“Sebagai pemutakhiran, pendataan terhadap orgil akan kami agendakan, mungkin dalam bulan ini kita akan data ke rumah sakit atau tempat-tempat penyembuhan orang gila yang ada di Sumenep,” pungkansya. 

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.