Sumenep, (Media Madura) – Memasuki musim tanam 2018, para petani di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mulai diselimuti rasa was-was tak kebagian pupuk bersubsidi. 

Pasalnya, setiap awal musim tanam biasanya pupuk mengalami kelangkaan, sehingga ketika sudah waktunya dipupuk, petani kelimpungan mencari pupuk.

“Ya terpaksa, kami menyiapkan pupuk sejak sebelum turun hujan. Karena khawatir tidak kebagian pupuk,” tutur salah seorang petani asal, Moh. Rahman (39), Selasa (20/11/2018).

Namun, kekhawatiran petani ditampik Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Sumenep, Arif Firmanto.

Arif justru menjamin tidak akan terjadi kelangkaan pupuk lagi selama musim tanam tahun ini, karena stok masih melimpah. “Tahun ini tidak akan terjadi kelangkaan pupuk. Stok pupuk bersubsidi yang belum terserap masih 18.232 ton,” katanya.

Arif merinci, stok sisa serapan sejak Januari tersebut terdiri dari Urea 11.053 ton dari kuota 26.379 ton, SP-363 319 ton dari 4.282 ton, ZA 1.285 dari 5.356 ton, Phonska 1.525 ton dari 5.302 ton, pupuk organic 1.050 ton dari 2.148 ton.

“Disamping stok banyak, petani saat ini mulai paham mengenai penggunaan pupuk sesuai kebutuhan,” kata Arif. 

“Mereka menggunakan secara berimbang dan tidak fanatik ke Urea seperti beberapa tahun lalu, penggunaanya variatif, bahkan sebagian menggunakan pupuk organik,” paparnya.

Meski demikian, pihaknya tetap meminta tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) untuk melakukan pengawasan ke distributor dan kios untuk memastikan pupuk bersubsidi itu tersalurkan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Penyaluran pupuk kepada petani di seluruh kecamatan tidak menggunakan kartu tani keseluruhan. Tetapi petani tetap harus tergabung dalam kelompok tani (poktan),” tukas Arif.

Reporter : Rosy
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.