Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Pamekasan, Ach Faisol

Pamekasan, (Media Madura) – Pemerintah Desa (Pemdes) di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur banyak yang tidak mengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Terbukti kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Pamekasan, Ach Faisol, sebanyak 99 desa tercatat punya BUMDes dari jumlah keseluruhan 178 desa, tetapu hanya 33 BUMDes yang pengelolaannya aktif.

“Hanya 33 BUMDes yang aktif, yang lainnya hanya sebatas ada dan ada yang tidak ada BUMDesnya,” katanya, Selasa (20/11/2018).

Faisol menambahkan, banyak desa yang berniat mendirikan BUMDes, tetapi tidak tahu cara pengelolaannya. Kendala utama pengelolaan BUMDes adalah Sumber Daya Manusia (SDM) di tingkat desa yang masih rendah.

“Semangat membentuk dan mendirikan BUMDes itu sudah ada, tapi tidak tahu apa yang akan dikerjakan,” tambahnya.

Kendala lain terbentuknya BUMDes adalah sulitnya mencari potensi desa. Karena meskipun sudah melakukan studi banding ke daerah lain, sebagian besar potensi desanya tidak sama dengan desa yang menjadi tempat studi lapangan tersebut.

“Sebenarnya tahun 2018 ini (BUMDes, red) sudah jalan untuk menginventarisir. Ya tergantung mereka (desa, red). Sering saya sampaikan bahwa desa itu adalah entitas terkecil pemerintahan, butuh pelopor di desa itu untuk mengembangkan BUMDes,” tandas Faisol.

Reporter : Ahmad Rifqi
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.