Suli Faris

Pamekasan, (Media Madura) – Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Suli Faris menegaskan, bahwa program yang diusulkan oleh pasangan Bupati-Wakil Bupati Pamekasan Baddrut Tamam-Raja’e (Berbaur), berupa “Rojek Corek” substansinya sama dengan program pemerintah sebelumnya, tetapi dirubah namanya. Program Rojek Corek merupakan program peningkatan fasilitas jalan.

Bahkan dalam rapat finalisasi pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019, program Rojek Corek, Babussalam, Sapu Tangan Biru memang menimbulkan perdebatan panjang, sebab program tersebut adalah istilah baru yang substansinya sama dengan program pemerintahan sebelumnya.

“Jadi itu kan program, seperti program peningkatan kapasitas, pengembangan ekonomi kerakyatan. Jadi karena tidak dikenal dalam pola sistem perencanaan penganggaran, maka kita abaikan, ” katanya kepada wartawan usai memimpin rapat, di gedung DPRD setempat. Senin (19/11/2018) siang.

Politikus Partai Bulan Bintang (PBB) ini juga menegaskan, program seperti Rojek Corek, Babussalam, Sapu Tangan Biru memang sengaja diabaikan lantaran hal tersebut hanya sebatas istilah yang intinya sama seperti program sebelumnya. Seperti program Rojek Corek yang merupakan peningkatan fasilitas jalan.

“Karena itu tidak dikenal dalam mekanisme penyusunan perencanaan APBD. Jadi itu kan program, seperti program peningkatan kapasitas, pengembangan ekonomi kerakyatan. Jadi karena tidak dikenal dalam pola sistem perencanaan penganggaran, maka kita abaikan peristilahan yang ada dalam draf itu, ” tandasnya.

Dikatakan Suli, usulan program baru dari eksekutif harus ada rujukan dengan KUA-PPAS. Dengan syarat ada penjelasan mengenai input, out put dan out come serta dampak yang dapat diterima oleh Masyarakat. Sehingga pihaknya meminta penjelasan secara detail dari masing-masing program yang diusulkan oleh pemerintah.

“Kalau memang cantolannya ada dan dasar hukumnya ada, itu mungkin teman banggar akan menerima, tetapi kalau tidak ada (cantolannya) teman-teman banggar sepakat untuk tidak menerima, dan dimasukkan ke RPJMD,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Pj Sekda Pamekasan, Mohammad Alwi mengatakan, program usulan dari pemerintah dalam hal ini pasangan Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan telah diterima oleh dewan.

“Hanya istilah saja dewan mempertanyakan, bukan dihapus, tapi dipertanyakan. Semuanya masuk, hanya namanya saja yang diubah,” katanya singkat.

Reporter : Rifqi
Editor : Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.