Kadisnakertrans Sumenep, Moh Fadhillah.

Sumenep, (Media Madura) – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur telah menerima salinan keputusan besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2019.

UMK yang ditandatangani oleh Gubernur Jatim, Soekarwo beberapa hari lalu itu menetapkan besaran UMK masing-masing Kabupaten/ Kota di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Sumenep. 

Untuk Sumenep, besaran UMK tahun 2019 naik cukup besar, yakni mencapai Rp 1.801.406, pada tahun 2018 hanya sekitar Rp 1,6 juta.

“Dalam waktu dekat kami akan sosialisasikan besaran UMK 2019 ke para pengusaha. Karena besaran UMK itu sudah turun dari Gubernur Jatim,” kata Kadisnakertrans Sumenep, Moh. Fadhillah, Senin (19/11/2018).

“Perusahaan harus membayar UMK sesuai besaran UMK yang telah ditetapkan Gubernur. Kecuali jika prrusahan tidak mampu, maka ada ketentuan lain,” terangnya.

Fadhillah mengatakan, hasil evaluasi pada tahun 2018, masih perusuhaan yang membayar karyawannya dibawah UMK. Perusahaan tersebut rata-rata yang hanya memiliki 4-5 karyawan dan masa kerjanya hanya 4 jam dalam sehari.

“Kalau perusahaan yang besar, semua membayar sesuai UMK, tetapi umtuk tahun 2019, semua perusahaan harus memberi upah bagi karyawannya sesuai UMK,” pintanya. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.