Kasubbag Humas Polres Pamekasan, Iptu Nining Diah PS

Pamekasan, (Media Madura) – Sembilan murid di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Lawangan Daya 3, Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Madura, Jawa Timur diduga menjadi korban pencabulan oleh gurunya sendiri.

Informasi yang dihimpun mediamadura.com di lapangan menyebutkan, oknum guru yang tega mencabuli siswanya sendiri berinisial IK dan merupakan guru Agama di sekolah tersebut. Mirisnya, perbuatan bejat sang guru terkuak baru-baru ini.

“Info yang beredar ada sembilan murid yang menjadi korban,” kata salah seorang warga Lawangan Daya, yang enggan menyebutkan namanya, Senin (19/11/2018).

Sumber dari salah satu paman korban, sembilan murid yang mengaku menjadi korban pelecehan seksual itu, di antanya, IR, AM, FR, AZ, AL,NS, RS, AR dan NF salah satu korban yang masih duduk di kelas 6B.

“Saya sebagai pamannya (salah satu korban) meminta proses ini harus berlanjut ke ranah hukum, karena ini termasuk pelecehan kepada anak di bawah umur. Sebentar lagi saya akan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Pamekasan,” katanya.

Ia mengakui keponakannya mengalami trauma yang sangat tinggi, bahkan sempat mau berhenti sekolah di sekolah tersebut.

“Ponakan saya trauma akibat kelakuan Pak Guru bejat itu,” tambahnya dengan bernada kesal.

Sementara salah satu guru di sekolah tersebut mengatakan, pihaknya kurang tahu menahu soal informasi pelecehan seksual tersebut. Namun, diakui indikasi pada tindakan itu sudah tercium. Pasalnya, oknum guru yang juga menantu kepala sekolah di SDN itu sudah dikeluarkan alias dipecat.

“Saya kurang tahu tentang kejadian itu, namun guru itu sudah dikeluarkan pada hari selasa kemarin,” kata guru berinisial IAS itu.

Terpisah, Kasubbag Humas Polres Pamekasan, Iptu Nining Diah PS mengaku belum menerima adanya laporan kasus pencabulan tersebut. Tetapi, jika ada laporan pasti institusinya akan menindaklanjutinya.

“Saya prihatin atas kasus ini, cuma sampai saat ini belum ada laporan resmi, kami tunggu laporannya biar kami langsung tindaklanjuti,” katanya di ruang kerjanya.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.