Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Pamekasan, Muharram

Pamekasan, (Media Madura) – Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur difokuskan untuk pembangunan wilayah perkotaan atau Kecamatan Kota.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Pamekasan, Muharram mengatakan, mayoritas rumah tidak layak huni masih berada di wilayah perkotaan, sehingga menjadi fokusnya. Lagipula, program ini mengacu pada data yang diajukan.

“Rumah tidak layak huni mayoritas ada di wilayah perkotaan, makanya bantuan ini difokuskan dulu (di wilayah perkotaan),” katanya, Senin (19/11/2018).

Menurutnya, bantuan RTLH akan menyentuh daerah pedesaan apabila wilayah perkotaan tuntas seratus persen. Adapun nominal yang diterima penerima sebesar Rp 15 juta, yang dicairkan melalui rekening pribadi penerima manfaat.

“Teknisnya Dinas memberi bantuan, soal pengerjaannya dikerjaan oleh masyarakat sekitar yang diawasi oleh Tim Fasilitator Lapangan atau TFL,” tambah Muharram.

Untuk tahun 2019 mendatang, Kabupaten berslogan Gerbang Salam itu kembali menerima kucuran dana dari pemerintah pusat kurang lebih Rp 1,7 miliar. Bantuan itu akan diberikan kepada penerima sebesar Rp 17 jutaan.

“Untuk yang 2018 sudah 90 persen pengerjaannya, sementara penerima untuk 2019 ada 150 orang, bantuaanya naik sekitar Rp 17 juta, mungkin karena barang-barang naik,” tutur Muharram.

Di sisa pengerjaannya, hanya tinggal penerbitan Surat Keterangan (SK) Bupati. Penyebabnya, ada penerima yang sudah meninggal dunia dan juga sudah ada yang bangun rumah secara mandiri.

“Harus ada SK Bupati baru, dan kami sudah koordinasikan dengan Pak Bupati, beliau menerima,” tutup Muharram.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.