Komisi III DPRD Sampang dalam sidak proyek pekerjaan peningkatan jalan di Desa Palenggian Kecamatan Kedungdung, Jumat (16/11/2018) pukul 10.00 WIB. (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Pembangunan jalan terancam molor kembali ditemukan Komisi III DPRD dalam inspeksi mendadak (sidak) di Desa Palenggian, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Jumat (16/11/2018) pagi.

Batas pekerjaan proyek peningkatan ruas jalan antardesa di Desa Palenggian Kecamatan Kedungdung-Desa Karang Gayam Kecamatan Omben, itu 4 September hingga 22 Desember. Anggarannya sebesar Rp 1.690.197.000, yang bersumber dari APBD 2018. Hingga kini, progres pengerjaan masih 30 persen.

Sebelumnya, komisi yang membidangi pembangunan ini menemukan proyek jalan perkotaan di Jalan Mangkubumi-Jalan Samsul Arifin Kota Sampang yang dipastikan molor karena tersisa 27 hari lagi. Dana sebesar Rp 2.220.603.000. Progres pembangunannya baru 51 persen.

Ironisnya, dua paket pekerjaan tersebut sama-sama dikerjakan oleh kontraktor pelaksana CV Puji Rahmat beralamat Dusun Somber Lantong, Desa Pandiyangan, Robatal.

“Gak beres pekerjaan ini, masih satu CV ternyata, semua sama-sama dipastikan molor, lebih parah sekarang karena baru 30 persen pengerjaannya,” ucap Ketua Komisi III DPRD Sampang, Moh Nasir, kepada wartawan, Jumat (16/11/2018).

Pantuan di lokasi, proyek peningkatan ruas jalan antardesa dengan cor beton tersebut sepanjang 1.092 meter dengan lebar 3,5 meter. Prosesnya masih ready mix. Namun, belum ada tanda-tanda pemasangan penyangga besi Wiremesh untuk cor beton.

Moh Nasir menuturkan, pihak rekanan diminta untuk segera memasang besi Wiremesh menjelang masa batas akhir pengerjaan yang sudah tersisa hitungan hari.

Selain itu, temuan sidak kali ini bahwa sudah hampir sepekan tidak ada aktifitas pekerja di lokasi pengerjaan proyek. Dipastikan, hal ini yang menyebabkan pengerjaan molor. Pihak rekanan juga harus memperhatikan kualitas material dan tidak menggunakan pasir murahan.

“Harus segera dipasang, masa deadline sudah 7 hari tersisa, ingat jika molor akan ditanggung resikonya,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pembangunan jalan antardesa Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Sampang Nuzul Wahyudi, menerangkan jika sesuai RAB awal panjang proyek tersebut 1.092 meter dan lebar 2,7 meter. Setelah ada perubahan, lebar menjadi 3,5 meter. Panjangnya akan dirubah lebih pendek dan menunggu hitungan pihak konsultan.

Keputusan itu untuk memaksimalkan lahan yang ada tanpa menghilangkan aset jalan.

“Ada perubahan setelah mengetahui kondisi lokasi, pada saat perencanaan di Desa Birem terlihat lebih tinggi seakan-akan jalan lebih sempit, kita melebarkan jalan agar pengguna jalan yang berpapasan bisa enak,” tuturnya.

Dijelaskan Yudi, pihaknya optimis sisa waktu sampai 22 Desember pengerjaan proyek Rp 1,6 miliar bisa selesai. Meski, saat ini progres pekerjaan masih 30 persen.

Selama ini, pihaknya mengakui pernah mengeluarkan surat teguran pertama kepada rekanan. Alasan itu bukan tanpa sebab, karena adanya keterlambatan target pengerjaan fisik di tahap awal.

“Kalau memang tidak nututi, kita minta rekanan agar sesuai kesepakatan bersama, rekanan kalau bisa ngambil penambahan material bukan di satu pabrik lebih dari itu biar cepat,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.