Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Hairul Anwar

Sumenep, (Media Madura) – Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Hairul Anwar mengomentari rangkaian peringatan Hari Guru Nasional (HGN) PGRI dan Hari Aksara Internasional 2018 yang digelar di Stadion A. Yani Sumenep.

Pasalnya, acara tersebut berpotensi merusak sejumlah fasilitas khususnya lapangan dan rumput. Menurut Hairul Anwar, Stadion A. Yani bukanlah tempat satu-satunya yang ada di Sumenep.

“Pemakaian lapangan sepak bola untuk even lain (selain olahraga) itu sudah tidak benar, apalagi, Stadion A. Yani dalam posisi dipakai klub yang sedang bertarung di Liga 2,” ujar Hairul,Jumat (16/11/2018).

Hairul mengatakan, pertandingan sepak bola jauh berbeda dengan even-even lainnya. Sebab, ada regulasi yang baku yang tidak diatur dieven lain. Sehingga seharusnya even lain bisa ditempatkan di lokasi lain. 

“Kalau even semisal hari guru, tidak ada regulasinya, mau ditempatkan dimana saja tidak ada masalah. Tapi kalau pertandingan bola, seandainya di stadion tidak bisa dipakai, tidak bisa dipindah ke tempat lain,” ucapnya.

Di samping itu, sambung Hairul, Sumenep memiliki banyak fasilitas lapangan yang luas dan layak untuk ditempati even, seperti di Lapangan Karapan Sapi di Giling.

“Apabila misalnya beralasan lapangan Giling takut rusak, pertanyaannya sederhana. Mereka (panitia) lebih mementingkan keselamatan sapi atau manusia?,” katanya geram.

Oleh sebab itu, Ketua PSSI meminta panitia even, dalam hal ini Dinas Pendidikan Sumenep dan Disbudparpora selaku penanggungjawab stadion bertanggungjawab atas apabila terjadi kerusakan pada fasilitas stadion.

“Itu pasti kondisi rumput akan rusak, akan ada lubang, lain lagi kalau misalnya ada paku dan kerikil atau batu, mau jadi apa stadion itu,” tukasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.