Sampang, (Media Madura) – Dinas Sosial Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, tahun ini menganggarkan Rp 53 miliar lebih untuk program pelatihan bagi para penyandang disabilitas dan eks trauma. Dinilai, dana itu masih kurang cukup karena jumlah penyandang disabilitas di Sampang lebih dari 3.000 jiwa.

“Dana pelatihan penyandang disabilitas tahun ini minim yakni hanya Rp 53.790.000. Anggaran ini hanya bisa digunakan untuk peningkatan mental
para disabilitas,” ungkap Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinsos Sampang, Zainal Muttaqin, Kamis (15/11/2018).

Zainal mengatakan, dana tersebut lebih besar dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp 57 juta. Dana tersebut digunakan untuk kegiatan pelatihan mengelola penguatan mental atau kepercayaan diri, dan kemampuan yang dimiliki para penyandang disabilitas. Belum kepada pelatihan keterampilan atau secara fisik. Kegiatan itu dilaksanakan di semua kecamatan mulai dari 5 sampai 12 November 2018.

”Kegiatannya digelar di kantor Kecamatan, setiap wilayah diambil 15 penyandang disabilitas,” tuturnya.

Pemateri dalam kegiatan itu dari Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja
(Diskumnaker) Sampang dan Persatuan Penyandang Disabalitas Indonesia (PPDI).

Dikatakan, penyandang cacat memang memerlukan bantuan agar mereka bisa lebih semangat menjalani hidup dan termotivasi untuk mencari kerja.

Oleh karena itu, pihaknya berupaya mendorong kesadaran penyandang disabilitas akan kemampuan yang dimiliki untuk terus dikelola dan dikembangkan.

”Dukungan dari pihak keluarga juga sangat diperlukan karena pada dasarnya bukan mereka yang tidak bisa melakukan atau berbuat sesuatu, melainkan kita yang belum mampu memfasilitasinya,” katanya.

Pihaknya tidak menampik jika sampai saat ini program pelatihan bagi penyandang disabilitas belum maksimal. Terutama, pelatihan keterampilan secara fisik. Untuk itu, saat ini dinas tengah fokus mendata penyandang disabilitas berat yang trauma karena faktor kecelakaan dan semacamnya untuk diikutkan dalam pelatihan keterampilan dan bantuan peralatan kerja pada 2019.

Zainul meminta kepada semua tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) agar bisa lebih maksimal dalam mengumpulkan dan meng-update data PMKS di wilayah kerja. Sebab, ada
sejumlah petugas yang selama ini masih lemah dalam mengumpulkan data tersebut.

”Tahun depan, program pelatihan keterampilan kerja bagi penyandang disabilitas lebih diprioritaskan dan juga akan aktif melakukan monitoring dan evaluasi bagaimana perkembangan para penyandang disabilitas yang sudah dilatih,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komis IV DPRD Sampang Amin Arif Tirtana meminta agar tahun depan Dinsos bisa mengupayakan program pelatihan keterampilan kerja bagi penyandang disabilitas dan eks trauma bisa terlaksana. Apabila anggaran yang ada minim, dinas terkait bisa mengajukan bantuan kepada pemerintah provinsi (pemprov) Jatim atau pusat.

”Sudah menjadi tanggungjawab dinsos untuk membantu dan memperjuangkan kesejahteraan penyandang cacat. Itu berdasarkan UU Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial,” tandasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.