Kepala Kejaksaan Negeri Sampang Setyo Utomo (kanan) didampingi Kasi Pidana Khusus Edi Sutomo mengisi coffe morning beberapa waktu lalu. (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Belum lama ini, Kepala Kejaksaan Negeri Sampang, Madura, Jawa Timur, Setyo Utomo mengakui jika dirinya hendak disogok Rp 500 juta oleh salah satu oknum kepala dinas dalam menangani kasus program listrik masuk desa (Lisdes) tahun anggaran 2007 dan 2008. Kamis (15/11/2018).

Pernyataan itu disampaikan Setyo dihadapan LSM dan wartawan dalam kegiatan coffe morning di kantor Kejari Jalan Jaksa Agung Suprapto Sampang, Kamis 18 Oktober kemarin.

Tak genap sebulan, kabar tersebut mengejutkan.

Pada Rabu (14/11/2018) kemarin, laporan dugaan korupsi program Lisdes yang menggunakan APBD senilai Rp 12 miliar untuk di 21 Desa tersebut dinyatakan tak cukup bukti. Itu setelah masa penyelidikan 14×2 hari kerja yang dilakukan Kejaksaan Negeri Sampang.

“Memang tidak cukup bukti, hasil penyelidikan nanti akan dikirimkan ke Kejaksaan tinggi pekan depan, jika nanti ditemukan novum baru kami bisa menindaklanjuti,” ujar Kasi Pidana Khusus Edi Sutomo mewakili Kajari Sampang Setyo Utomo.

Dia mengatakan, pihaknya sudah meminta keterangan 14 orang saksi, meliputi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), pihak rekanan dan tokoh masyarakat dan penerima program lisdes.

“Kami juga langsung mengecek ke lapangan kegiatan Lisdes di Desa Plampaan, Kecamatan Camplong dan Desa Kamondung, Kecamatan Omben,” ungkapnya.

Menurutnya, program Lisdes di Desa Kamondung tidak menyala karena ada kerusakan pda travo. Sedangkan di Desa Plampaan belum nyala karena terkendala dengan pohon. Tak hanya itu, pada tahun 2011 lalu kegiatan tersebut sudah keluar Sertifikat Laik Operasi (SLO) dari PLN.

“Saat ini dua lokasi tersebut bisa dicek langsung oleh masyarakat sudah nyala dan bisa dirasakan masyarakat,” cetusnya.

Kabid Ekonomi Tekhnologi Tepat Guna Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang Taufik Affan, mengklaim semua kegiatan listrik desa sudah berjalan termasuk yang sedang dilakukan penyelidikan Kejaksaan Negeri Sampang.

“Terkait detail kendala dan jumlah anggaran dan total berapa, kami belum bisa memberikan penjelasan yang detail,” akuinya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.