Penonton VIP menyalakan senter saat laga Madura FC vs PSS Sleman

Sumenep, (Media Madura) – 5 menit waktu tambahan waktu kian menambah gelisah segenap penonton laga panas Madura FC versus PSS Sleman di Stadion A. Yani Sumenep, Senin (12/11/2018) lalu. 

Skor tipis 1-0 untuk tuan rumah hingga menit ke 90 memang membuat tegang seisi stadion, terlebih laga tersebut beraroma balas dendam karena kekalahan ‘konyol’ Madura FC di Sleman. 

Bukan cuma karena itu yang membuat suasana stadion jadi tak biasa saat itu, melainkan extra time 5 menit yang terasa sangat panjang mengingat langit yang mulai gelap. 

Ditambah sejumlah drama yang juga mewarnai penghujung laga hingga banyak waktu yang terbuang sia-sia, sementara pertandingan itu juga ibarat laga yang terancam gelap. 

Stadion berkapasitas 15.000 penonton itu memang punya masalah dengan kelengakapan fasilitas, dan yang paling kentara adalah tidak adanya lampu penerangan di stadion itu.

Sehingga ketika laga berlangsung hingga petang, gelap menjadi satu dari sederet momok yang paling ditakuti panpel, tim dan penonton. Bisa dibayangkan, bagaimana situasinya jika laga belum selesai dan stadion sudah gelap. 

Masalah ini pun sudah sejak lama menjadi sorotan sejumlah pihak, terutama suporter. Sebab, gegara lampu, tim yang bermarkas di stadion itu tak bisa menggelar laga di malam hari. 

Padahal, beberapa tahun terakhir sepak bola di Madura khususnya di Sumenep mengalami perkembangan signifikan, berikut munculnya tim yang berkiprah di pentas nasional, sebut saja Madura FC yang kini berjuang lolos ke semi final Liga 2 Indonesia. 

“Sangat disayangkan, pemerintah daerah kurang respon dengan perkembangan sepak bola, padahal lampu stadion satu komponen yang tak bisa dipisahkan dari stadion,” ujar Koordinator Komunitas Suporter Laskar Joko Tole, Masrul ditemui media ini usai laga saat itu. 

“Kita punya tim yang disegani di kancah nasional, tapi kita punya stadion jangankan menggelar pertandingan malam hari, laga sore saja masih khawatir selesai kesorean karena takut gelap,” imbuhnya. 

Oleh sebab itu, banyak pihak berharap pemerintah segera buka mata dengan masalah lampu stadion. Apalagi menurut informasi pemerintah sudah pernah menganggarkan untuk itu, tapi gagal dilaksanakan.

“Lampunya mana, lampunya mana, lampunya mana? Ini stadion, ini stadion, bukan kuburan,” demikian nyayian suporter yang kerap menggema di Stadion A. Yani.

Reporter : Rosy
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.